macam-macam ideologi dunia

Macam - Macam Ideologi Di Dunia

1.   Konservatisme
Sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa latin, conservāre, melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan". Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda, kaum konservatif di berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula.Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo, sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau, the status quo ante.
2.   Komunisme

Komunisme adalah paham yang mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan, paham komunis juga menyatakan semua hal dan sesuatu yang ada di suatu negara dikuasai secara mutlak oleh negara tersebutPenganut faham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifes politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Negara yang masih menganut komunisme adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.
3.   Liberalisme 
Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.
Liberalisme dianut oleh negara-negara di berbagai benua.
 
Benua amerika: Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay, Venezuela Aruba, Bahamas, Republik Dominika,
4.   Kapitalisme 
Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Negara yang menganut paham kapitalisme adalah Inggris, Belada, Spanyol, Australia, Portugis, dan Perancis.
5.   Fasisme 
Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara.
Kata fasisme diambil dari bahasa Italia, fascio, sendirinya dari bahasa Latin, fascis, yang berarti seikat tangkai-tangkai kayu. Ikatan kayu ini lalu tengahnya ada kapaknya dan pada zaman Kekaisaran Romawi dibawa di depan pejabat tinggi. Fascis ini merupakan simbol daripada kekuasaan pejabat pemerintah.
Negara yang menganut paham faiisme adalah Italia, Jerman dan Jerman.
6.   Sosialisme 
Sosialisme atau sosialis adalah paham yang bertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang produktif dan membatasi milik perseorangan. Sosialisme dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan denganideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Negara yang menganut paham sosialisme adalah Kuba dan Venezuela.
7.   Anarkisme 
Anarkisme yaitu suatu paham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara,pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan.
Secara spesifik pada sektor ekonomi, politik, dan administratif, Anarki berarti koordinasi dan pengelolaan, tanpa aturan birokrasi yang didefinisikan secara luas sebagai pihak yang superior dalam wilayah ekonomi, politik dan administratif (baik pada ranah publik maupun privat).
8.   Demokrasi Islam 
Demokrasi Islam adalah ideologi politik yang bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip agama Islam ke dalam kebijakan publik. Ideologi ini muncul pada awal perjuangan pembebasan atas daerah di mandat Britania atas Palestina kemudian menyebar akan tetapi di sejumlah negara-negara dalam pratiknya telah mencair dengan gerakan sekularisasi.
9.   Demokrasi Kristen 
Demokrasi Kristen adalah ideologi politik yang bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip agama Kristen ke dalam kebijakan publik. Ideologi ini muncul pada awal abad kesembilanbelas di Eropa, pengaruh di Eropa dan Amerika Latin akan tetapi dalam pratiknya di sejumlah negara-negara telah mencair dengan gerakan sekularisasi.
10. Demokrasi Sosial 
Demokrasi Sosial adalah sebuah paham politik yang sering disebut sebagai kiri atau kiri moderat yang muncul pada akhir abad ke-19 berasal dari gerakan sosialisme
11. Feminisme 
Feminisme (tokohnya disebut Feminis) adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria.
Kelahirannya pada era Pencerahan di Eropa yang dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet. Kata feminisme dikreasikan pertama kali oleh aktivis sosialis utopis, Charles Fourier pada tahun 1837. Pergerakan center Eropa ini berpindah ke Amerika dan berkembang pesat sejak publikasi John Stuart Mill, the Subjection of Women (1869).
12. Gaullisme 
Gaullisme adalah ideologi politik Perancis yang didasari pada pemikiran dan tindakan Charles de Gaulle.
Tema utama dari kebijakan luar negeri de Gaulle adalah mengenai kemerdekaan nasional dengan beberapa konsekuensi praktisnya yaitu dalam beberapa hal oposisi terhadap organisasi internasional seperti NATO atau Komunitas Ekonomi Eropa


13. Luxemburgisme 
Luxemburgisme (juga ditulis Luxembourgisme) adalah paham teori Marxis dan komunisme secara spesifik revolusioner berdasarkan tulisan-tulisan dari Rosa Luxemburg, Menurut MK Dziewanowski terjadi penyimpangan dari tradisional Leninisme, keterpengaruhan dari Trotskyisme Bolshevik yang kemudian diadopsi oleh pengikutnya sendiri.
Luxemburgisme merupakan upaya melakukan tafsir atas ajaran Marxisme yang berpengaruh terhadap revolusi Rusia, Rosa Luxemburg temasuk pihak yang mengkritik ajaran politik dari Lenin dan Trotsky, dengan konsep "sentralisme demokratis" sebagai demokrasi.
14. Nazisme 
Nazisme, atau secara resmi Nasional Sosialisme (Jerman: Nationalsozialismus), merujuk pada sebuah ideologi totalitarian Partai Nazi (Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman, Jerman: Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei atau NSDAP) di bawah kepemimpinan Adolf Hitler. Kata Nazi jadi merupakan singkatan Nasional Sosialisme atau Nationalsozialismus di bahasa Jerman. Sampai hari ini orang-orang yang berhaluan ekstrim kanan dan rasisme sering disebut sebagai Neonazi (neo = "baru" dalam bahasa Yunani).
15. Islamisme 
Islamisme adalah sebuah paham yang pertama kali dicetuskan oleh Jamal-al-Din Afghani atau Sayyid Muhammad bin Safdar al-Husayn (1838 - 1897), umumnya dikenal sebagai Sayyid Jamal-Al-Din Al-Afghani, atau Al-Jamal Asad
ābādī-Din sebagai paham politik alternatif dalam menyatukan negara-negara termasuk di daerah Mandat Britania atas Palestina yang mempunyai akar budaya dan tradisi yang berbeda dengan budaya dan tradisi Arab dalam tulisan di majalah al-'Urwat al-Wuthqa, kemudian dikembangkan dan dikenal pula sebagai Pan Islamisme.
16. Komunitarianisme 
Komunitarianisme sebagai sebuah kelompok yang terkait, namun berbeda filsafatnya, mulai muncul pada akhir abad ke-20, menentang aspek-aspek dari liberalisme, kapitalisme dan sosialisme sementara menganjurkan fenomena seperti masyarakat sipil. Paham ini mengalihkan pusat perhatian kepada komunitas dan masyarakat serta menjauhi individu. Masalah prioritas, entah pada individu atau komunitas seringkali dampaknya paling terasa dalam masalah-masalah etis yang paling mendesak, seperti misalnya pemeliharaan kesehatan, aborsi, multikulturalisme, dan hasutan.
17. Maoisme 
Maoisme atau Pemikiran Mao Zedong adalah varian dari Marxisme-Leninisme berasal dari ajaran-ajaran pemimpin komunis Cina Mao Zedong (Wade-Giles Romanization: "Mao Tse-tung").
Pemikiran Mao Zedong lebih disukai oleh Partai Komunis Cina (PKT) dan istilah Maoisme tidak pernah dipergunakan dalam terbitan-terbitan bahasa Inggrisnya kecuali dalam penggunaan peyoratif. Demikian pula, kelompok-kelompok Maois di luar Cina biasanya menyebut diri mereka Marxis-Leninis dan bukan Maois. Ini mencerminkan pandangan Mao bahwa ia tidak mengubah, melainkan hanya mengembangkan Marxisme-Leninisme. Namun demikian, beberapa kelompok Maois, percaya bahwa teori-teori Mao telah memberikan tambahan berarti kepada dasar-dasar kanon Marxis, dan karena itu menyebut diri mereka "Marxis-Leninis-Maois" (MLM) atau "Maois" saja.
18. Nasionalisme 
Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
Macam-macam nasionalis:
1. Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau.
2. Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat").
3. Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme.
4. Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan sebagainya.
5. Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis.
 
6. Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama.
19. Pancasila 
Pancasila terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pa
ñca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
 
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
 
3. Persatuan Indonesia
 
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
 
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
20. Stalinisme 
Stalinisme adalah sistem ideologi politik dari Uni Soviet di bawah kepemimpinan Joseph Stalin yang memimpin Uni Soviet pada tahun 1929 sampai dengan 1953 berkaitan erat dengan pemerintahan pengguna sistem ekstensif spionase, tanpa pengadilan, dan politik penghapusan lawan-lawan politik melalui pembunuhan langsung atau melalui pembuangan dan penggunaan propaganda untuk
membangun kultus kepribadian berupa diktator mutlak dengan menggunakan negara kepada masyarakat untuk mempertahankan supermasi individual dengan kontrol politik melalui partainya yaitu Partai Komunis
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS


nyari cat kuku yang indah dan lucu ataupun mascara yang tahan lama ada disini :)


di order 
cat kuku yang berkilau dengan rangkaian warna-warna menarik. Hasil akhir yang menawan. hanya dengan harga : Rp.39.000 
warna lain ada 
kode : 23160
minat ? hubungi 081212997321 / 20C3E6D7







VERY ME FAT LASH MASCARA - BLACK
tampil dengan mempesona bulu mata indah yang tampak tebal, yang memperkuat bulu mata menjadikan bulu mata tampak lebih penuh dan tahan lama
hanya dengan harga  Rp. 79.000
kode : 20533
minat ? hubungi 081212997321 / 20C3E6D7




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

maklah sistem hukum nasional

MAKALAH
SISTEM HUKUM NASIONAL
( Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah  Pendidikan pancasila )
DOSEN:
Asep Munajat S.pd








Di susun oleh :
Kelompok 11
Keukeu mutmainah
Ulfa Nurajizah

PROGRAM PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH SUKABUMI
2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karenadengan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah tentangmateri Kimia Dasar ini dapat diselesaikan. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi nilai tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila .
Pada kesempatan ini, Kami tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu selama penyusunan makalah ini terutama untuk Dosen Asep Munajat S.Pd Pembimbing Mata Kuliah Pendidikan Panacasila ,orang tua Kami yang selalu memberikan dukungan serta teman-temanyang telah membantu.
Dengan penuh kesadaran bahwa tak ada gading yang takretak, maka makalah ini pun tidak luput dari segala kekurangan.Segala kritik dan saran dari pembaca yang sifatnnya memperbaiki, menyempurnakan dan mengembangkan makalahini sangat Kami  harapkan.
Akhirnya Kami berharap semoga makalah ini bermanfaatbagi kita pada umumnya dan bagi kami khususnya.


                                                                                                                                     Sukabumi, 19 Januari 2015

       Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATARBELAKANG
Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum-hukum di Eropa, hukum Agama dan hukum Adat. Sebagaian besar sistem yang di anut, baik perdata maupun pidana, berbasis pada hukum  Eropa continental, khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie). Hukum Agama karena merupakan sebagian umat Indonesia beragama Islam, maka dominasi hukum atau syari’at islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan, kekeluargaan dan warisan. Selain itu, di Indonesia juga berlaku sistem hukum adat, merupakan penerus aturan-aturan dari daerah setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah nusantara. Pengertian sistem hukum sendiri yaitu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , sistem adalah perangkat unsur  yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Hukum merupakan perarturan di dalam Negara yang bersifat mengikat dan memaksa setiap warga Negara untuk menaatinya. Jadi, sistem hukum adalah  keseluruhan aturan tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang seharusnya tidak di lakukan oleh manusia yang mengikat  dan terpadu dari satuan kegiatan satu sama lain untuk mencapai tujuan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.      Apa hakikat dan karakteristik Sitem Hukum Indonesia ?
2.      Bagaimana Sistem Hukum Indonesia ?
3.      Bagaimana Sitem Kekuasaan kehakiman Indonesia ?


1.3 TUJUAN
1.      Memahami pengertian hukum
2.      Memahami system hukum
3.      Memahami tentang penggolongan hukum
4.      Memahami unsur hukum

5.      Memahami tata hukum di Indonesia.
s      
       selanjutnya silahkan dowloand/ baca di  makalah kelompok sistem hukum nasional (1).docx
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

makalah / book report buku mencari otonomi daerah

BOOK REPORT
MENCARI BENTUK OTONOMI DAERAH
( book repot ini ditunjukan untuk memenuhi nilai tugas Mata Kuliah pendidikan pancasila )
Dosen:
Asep Munajat S.Pd


DISUSUN OLEH :
Nama: Ulfa Nurajizah
Nim: 1431011004
Prodi : Pendidikan Biologi

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH SUKABUMI
2014-2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karenadengan rahmat dan karunia-Nya sehingga book report tentang mencari bentuk otonomi daerah dapat diselesaikan. Book report ini disusun dalam rangka memenuhi nilai tugas Mata Kuliah pendidikan pancasila.
Pada kesempatan ini, saya tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu selama penyusunan book report ini terutama untuk Dosen Asep Munajat S.Pd Pembimbing Mata Kuliah pendidikan pancasila ,orang tua saya yang selalu memberikan dukungan serta teman-temanyang telah membantu.
Dengan penuh kesadaran bahwa tak ada gading yang takretak, maka mbook report ini pun tidak luput dari segala kekurangan.Segala kritik dan saran dari pembaca yang sifatnnya memperbaiki, menyempurnakan dan mengembangkan book report ini sangat saya harapkan.
Akhirnya saya berharap semoga book report ini bermanfaatbagi kita pada umumnya dan bagi saya khususnya.


                                                      Sukabumi, 12 januari 2015
                                                                        Ulfa Nurajizah

DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................         i
Identitas buku……………………………………………………………………......................         ii     
Daftarisi………………………………………………………………………….........................          iii  
BAB I Pendahuluan......................................................................................         1
BAB II KondisiPolitik Dan Otonomi Daerah Sebelum Era Reformasi ..........          4
BAB III  PengaruhLingkunganStrategisTerhadapPeyelenggaraanOtda.......          8
BAB IV Otonomi Daerah BerdasarkanUu No. 22 Tahun 1999 TentangPemerintahan Daerah………………………………………………………………           16
BAB V Otonomi Daerah Berdasarkan Uu No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah…………………………………………………………………………..           23            19BAB VI Bandul Pemerintahan Daerah...................................................          28
BAB VII Pengembangan Pemerintahan Umum Dan Pembinaan Wilayah Dalam Otda..........................................................................................................           35
BAB VIIIHubungan Fungsional Rksekutif Dan Legislatif……………………………         38
BAB IX Membangun Kerja Sama Tim Serta Konvergensi Dalam Penyeleggaraan  Pemrintahan.................................................................................................       41
BAB XPenutup.............................................................................................         46
DAFTAR PUSTAKA





IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Mencari Bentuk Otonomi Daerah
Penulis : Dr. J. Kaloh
Penerbit :  Pt Rineka Cipta , Jakarta
Tahun Terbit : Cetakan Kedua , Januari  2007
Tebal Halaman : 315 Halaman
Jumalah Bab :  10 Bab
















BAB I
PENDAHULUAN

A.    UMUM
Perjalanan otonomi daerah di indonesia merupakan isu menarik untuk diamati dan dikaji, karena semenjak para pendiri negara menyusun format negara, isu menyangkut pemerintahan lokal telah diakomondasikan dalam pasal 18 UUD 1945 beserta penjelasanya.
Meskipun negara RI menganut Prinsip negara kesatuan dengan pusat  kekuasaan berada pada pemerintah pusat namun karena heretoginitas yang dimiliki bangsa indonesia baik kondisi sosial,ekonomi,budaya maupun keanekragaman tingkat pendididkan masyarakat,maka desentralasasi atau distribusi kekuasaan atau kewenangan dari pemerintah pusat perlu dialirkan kepada daerah yang berotonom
Dengan kata lain bahwa pada suatu waktu bobot kekuasaan terletak pada pemerintah pusat, pda kesempatan lain bobot kekuasaan ada pada pemerintah daerah, karena disebabkan 2 hal yaitu yang pertama karena pengaturan undang-undang tentang pemerintahan daerah, karena peraturan perundang-undangan tentang pemerintahan daerah, sejak kemerdekaan sampai tahun 2005 9 1945- 2005 ) indonesia telah memiliki 8 UU tentang pemerintahan, yang kedua disebabakan adanya perbedaan interpretasi dan implentasi terhadap uu pemrintah daerah karena kepentingan penguasa pada masa berlakunya UU pemerintahan daerah.UU nomor 5 tahun 1974 merupakan hasil dan diimplementasikan selama orde baru, didalam UU ini menegaskan asas dekosentrasi dan deesentralisasi dilakukan secara bersama-sama,pada masa ini juga diungkapan bahwa pusat adalah pusatnya daerah dan daerah adalah daerahnya pusat,
Dalam Undang-undang pemerintah daerah yang baru yaitu UU nomor 32 tahun 2004 memberikan perubahan warna tersendiri sebagai hasil perundang-undangan dimasa yang penuh dengan perubahan. Kewenangan daerah menurut UU Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan adalah :
1.      Pemerintahan Daerah menyelenggarakan urusan pemrintah yang menjadi kewenanganya
2.      Pemerintahan daerah dapat menjalankan otonomi seluas-luasnya berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan
3.      Urusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah
4.      Pemerintah menyelenggarakn sendiri atau dapat dilimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada perangkat pemerintah atau wakil pemerintah di daerah atau kepada pemerintahan daerah atau pemerintahan desa.
Jadi otonomi daerah adalah suatu instrumen politik dan instrumen administrasi/ manajemen yang digunakan untuk mengoptimalakan sumber daya lokal untuk kemajuan masyarakat di daerah , terutama menghadapi tangtangan global ,mendorong perbedaan masyarakat,menumbuhkan prakarsa dan kreativitas, meningkatkan peran serta masyarakat, dan mengembangkan demokrasi.
B.     OTONOMI DAERAH PERSPEKTIF HISTORIS PENDIRI NEGARA
Dibuku ini dijelaskan bahwa timbulnya dua kecenderungan interpretasi dalam penberian bentuk terhadap keberadaan negara yaitu yang pertama semangat kerakyatan yang ditandai dengan penyerapan gagasan supraparlementer dan negara kesejateraan ( welfare state) dan yang kedua karenga semangat kebangsaan yang termanifestasi dalam bentuk negara kesatuan berbentuk republik.
C.     KEBANGKITAN DAERAH ; POLA MENCARI KEADILAN
Sejarah menunjukan bahwa ketidakadilan yang dicerminkan dengan ketidakpuasan rakyat di daerah, terjadi secara fluktuatif, menurut tim LAPERA (2002) tiga pola hubungan yaitu
1.      Zero sum game ( derajat ketahanan daerah ditentukan oleh pusat dan sebaliknya )
2.      Possitive sum game ( pusat dan daerah berada dalam derajat yang sama )
3.      Negative sum game ( menurunya posisi tawar – menwar pusat seiring dengan meurunya kapisitas dan legatimanasi kekuasaan yang dimilikinya.
Dalam konteks tersebut, daerah menjadi wilayah subordinasi yang kaku,lambat dan kurang inovatif
D.    ALUR PIKIR MANAJEMEN PEMERINTAH DAERAH
Reformasi sudah membawa perubahan yang asalnay dipandang tidak mungkin menjadi mungkin, tetapi reformasi yang dianggap baik itu , tanapa disadari mulai menuntut korban, dan reformasi juga sudah mulai dipandang sebagai alat untuk menekan kelompok yang ditandi dengan pengerahan massa, demonstarasi dan gaya premanisme.

 Selanjutnya silahkan dowloand di  book report mencari otonomi daerah.docx
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design