Friday, December 20, 2013

CONTOH PIDATO TENTANG PENTINGNYA MEMAMFAATKAN WAKTU

Assalammua’laikum Wr.wb.
    Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah  S.W.T.  yang telah memberikan karunia-Nya kepada kita sehingga kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat wal’afiat. Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW
Yang terhormat  bapak kepala sekolah sma 1 negeri pelabuhanratu, dewan guru yang saya hormati, ketua desa pelabuhanratu .
Terimakasih kepada pembawa acara yang sudahmenyempatkan saya berdiri disini
Hadirin  yang berbahagia , izin kan lah saya menyampaikan pidato saya yang berjudul “pentingnya memamfatkan waktu”
    Hadirin yang berbahagia..
Waktu adalah batas. Waktu adalah jangka, rentang dan masa. Masa hidup adalah jumlah waktu yang kita gunakan dalam hidup. Rentang waktu adalah jarak dimulainya dan berakhirnya usia hidup yang kita miliki. Jangka waktu adalah target-target hidup yang harus kita capai dalam hidup ini. Dalam sehari-semalam kita memiliki rentang waktu 24 jam. Dalam seminggu 7 hari, dalam bulan ada 30 hari sedangkan dalam setahun kita memiliki 356 hari. Masing-masing rentang waktu ini memiliki makna dan fungsi bagi manusia.
Adanya rentang, jangka dan masa dalam waktu menunjukan keterbatasan manusia. Untuk itu dalam masa waktu tertentu, manusia harus bisa membagi waktu untuk sesuatu yang bermanfaat. Dalam rentang waktu 24 jam setiap harinya, manusia harus melakukan sesuatu yang bisa mendukung capaian utama dalam kehidupan. Rentang waktu 24 jam itu harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak habis untuk sesuatu yang sia-sia.
Begitu pentingnya waktu, masing-masing orang atau daerah memiliki peribahasa sendiri-sendiri. Orang barat mengatakan, Time is Money. Sedangkan orang Arab mengatakan waktu adalah pedang. Kita tidak perlu membicarakan prinsip hidup orang barat yang berprinsip waktu adalah uang. Karena prinsip ini jelas hanya akan menjadikan manusia yang tamak dan rakus terhadap benda-benda duniawi. Yang lebih penting bagi kita umat muslim, bahwa waktu adalah pedang. Pedang yang ketika salah penggunaannya akan melukai atau bahkan membunuh kita sendiri.
Falsafah waktu adalah pedang menggambarkan bagaimana pentingnya waktu dalam hidup kita. Jika kita menggunakan waktu secara baik, tentu kita akan menjadi manusia yang berjaya di muka bumi ini. Tetapi sebaliknya, jika kita menyia-niakan waktu tentu ketertindasan, kekalahan dan bahkan kehancuran bagi kita.
Kita harus mempertimbangkan setiap aktivitas yang akan kita lakukan agar penggunaan waktu kita lebih efektif dan sesuai dengan tujuan kehidupan kita..
Apakah kita sudah maksimal menggunakan waktu kita? Untuk mengetahui efektif-tidaknya penggunaan waktu. Kita perlu merenungkan aktivitas kita sehari-hari. Jika kita adalah mahasiswa/siswa, tentu kegiatan harian kita harus menunjang peningkatan keilmuan kita. Kegiatan membaca, menulis ataupun mengikuti kuliah dan diskusi harus menghiasi harian kita. Jika aktivitas yang meningkatkan pengetahuan ini kita lakukan minimal delapan jam dalam sehari, itu artinya kita sudah berusaha semaksimal mungkin menggunakan waktu secara efektif.

Sebagian dari kita masih sering mensia-siakan waktu yang kita miliki selama hidup di dunia ini, dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Mungkin sebagian dari kita ada yang berpikir, nanti saja Padahal hal ini sangat salah, karena kita tidak pernah tahu, sampai kapan kita akan hidup di dunia ini. Kita tidak bisa memastikan bahwa kita akan dapat hidup sampai tua nanti. Bisa saja kematian mendatangi kita disaat kita masih muda belia.
Ketahuilah setiap tarikan dan desahan nafas kita, saat kita menjalani waktu demi waktu, adalah merupakan langkah menuju kubur. Dan waktu yang kita jalani hidup di dunia ini, sebenarnya sangat singkat, karena itu sangat ruginya kita apabila kita menjalaninya dengan sesuatu yang tidak berharga.  Kita sia-sia kan waktu dan kesempatan hidup di dunia ini, dengan melakukan hal-hal yang tidak membawa kemaslahatan dunia akhirat kita.
“Tiada suatu nafas yang terlepas dari kita, melainkan disitu pula ada takdir Allah yang berlaku atas diri kita.” Karena itu, hendaklah kita selalu menjaga, agar dalam setiap nafas kita, selalu kita upayakan dengan sekuat tenaga, agar kita tetap berada dalam keimanan dan ketaatan pada-Nya, serta jauh dari maksiat dan perbuatan dosa.


Orang yang mengetahui dan menyadari akan pentingnya waktu berarti memahami pula nilai hidup dan kebahagiaan.
Membiarkan waktu terbuang sia-sia dengan anggapan esok masih ada waktu merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu, padahal ia tidak pernah datang untuk kedua kalinya atau tidak pernah terulang. Dalam pepatah Arab disebutkan ”Tidak akan kembali hari-hari yang telah lampau.”
Karena itu jangan sia-siakan waktu, manfaatkanlah segera :
1.       Waktu muda sebelum datangnya tua
2.       Waktu sehat sebelum datang sakit
3.       Waktu kaya sebelum datangnya miskin
4.       Waktu luang sebelum datangnya sempit
5.       Waktu hidup sebelum datangnya mati

dimana kelak kita akan ditanya tentang 4 perkara, tentang umur kita selama kita hidup didunia ini, kita habiskan masa muda kita untuk apa? Alangkah sangat menyesalnya kita, jika ternyata kita menghabiskan masa muda kita untuk hal-hal yang tidak berguna dan berdosa. Kita pun akan sangat menyesal apabila ternyata harta yang kita miliki, kita peroleh dengan cara yang tidak halal dan membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak halal juga. Kita pun akan sangat menyesal kelak, apabila ilmu yang dianugerahkannya, justru malah kita gunakan untuk bermaksiat pada-Nya. Misalnya dengan menggunakan ilmu dan kepandaian kita miliki untuk menipu, memanipulasi dan berbuat kecurangan selama hidup kita.

dari kedua pernyataan tersebut sudahlah jelas bahwasannya waktu adalah sesuatu yang penting. ketika kita memiliki kendaraan lalu hilang mungkin kita dapat memilikinya kembali, lain halnya dengan waktu ketika kita kehilangan 1 detik bagaimana mungkin dapat kembali?. 

Mudah memang mengatakan waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, penting dan tak dapat di putar kembali, lalu apa yang menyebabkan sulitnya kita mengaplikasikan teori bahwasannya waktu adalah penting? 

1. Bergosip 
pernahkah kita bergosip? Bagaimana rasanya? Menarik bukan membicarakan sesuatu yang buruk orang lain pada lawan bicara? Manfaat apa yang kita dapat selain mengukuhkan aib orang lain dikalangan masyarakat atau mungkin Fitnah. Secara tidak langsung kita menyumbang kerusakan perdamaian dunia, bagaimana negara itu damai kalau masyarakatnya saja saling mengukuhkan aib orang lain hingga akhirnya timbul rasa benci. 

2. Berdebat 
perdebatan yang dimaksud adalah perdebatan yang tak selayaknya diperdebatkan. 

3. bergurau atau tertawa berlebihan. 
Untuk melepas lelah atau sebagai pemenuhan kebutuhan hiburan, gurau boleh dilakukan. Namun terlalu banyak bergurau atau tertawa dapat membawa penyakit bagi pelakunya, Seperti asma. Dapat menurunkan daya ingat. Dapat membuang waktu karena ketika selesai tertawa kita biasanya menginginkan tawa itu kembali, sesuatu yang kurang tepat ketika kita tidak melakukan apa- apa malah memilih untuk mencari senda gurau. Bagaimana dengan menggunakan waktu luang kita dengan memikirkan sesuatu atau membantu orang lain? 

4. Hura - hura 
sesuatu yang dihamburkan cenderung merugikan. Mungkin hura - hura dapat memberikan kesenangan, tapi ini hanyalah sesaat. 
     Kesimpulannya adalah gunakanlah waktumu sebaik mungkin karna waktu lebih berharga dari pada emas,
Karena itu, sebelum terlambat, sebelum kematian mendatangi kita, marilah kita memanfaatkan waktu yang tersisa dari umur kita ini untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Marilah kita perbanyak berbuat kebaikan, jangan menunda-nunda amal kebaikan, karena belum tentu besok kita masih punya waktu untuk melaksanakannya. Kita tidak pernah tahu kapan ajal datang menjemput kita. Dan alangkah sangat menyesalnya kita, apabila dalam hidup kita yang singkat ini, lebih banyak kita lewati dengan melakukan hal-hal yang akan kita sesali di akhirat kelak. Karena waktu yang sudah lewat, tidak akan pernah bisa kembali lagi.

 Terutama kita semua yang masih dalam status pelajar ini. Ingatlah keringat yang bercucuran dari Ayah kita yang mencari nafkah untuk bekal kitamenuntut ilmu. Jangan kalian menyia-nyiakannya dengan membuang waktu kalian dengan game dan cinta ! buang jauh-jauh game dan cinta ! mari kita bersama meningkatkan waktu belajar kita, terutama bagi kita yang  sebentar lagi kalian akan menghadapi Ujian Nasional, tak terbayangkan bagaimana perasaan orang tua kita kalau sampai kita tidak lulus !!
Terimakasih atas perhatianya mohon maaf bila ada kesalahan

Wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuhu
Reactions:

0 comments:

Post a Comment