Wednesday, December 10, 2014

artikel tentang syirik

A.    PENGERTIAN SYIRIK
Syirik dari segi bahasa artinya mempersekutukan, secara istilah adalah perbuatan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Orang yang melakukan syirik disebut musyrik. Seorang musyrik melakukan suatu perbuatan terhadap makhluk (manusia maupun benda) yang seharusnya perbuatan itu hanya ditujukan kepada Allah seperti menuhankan sesuatu selain Allah dengan menyembahnya, meminta pertolongan kepadanya, menaatinya, atau melakukan perbuatan lain yang tidak boleh dilakukan kecuali hanya kepada Allah SWT.
Perbuatan syirik termasuk dosa besar. Allah mengampuni semua dosa yang dilakukan hambanya, kecuali dosa besar seperti syirik. Firman Allah SWt Surat an-Nisâ’ (4), Ayat: 48
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا (٤٨)
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang  besar. (QS. An-Nisaa’: 48)
Dan   firman-Nya dalam surat An Nisa ayat 116 :


Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. 

B.     MACAM-MACAM SYIRIK
Dilihat dari sifat dan tingkat sanksinya, syirik dapat dibagi menjadi dua yaitu:
1.      Syirik Akbar (Syirik Besar)
            Syirik akbar merupakan syirik yang tidak akan mendapat ampunan Allah. Syirik akbar dibagi menjadi dua yang pertama yaitu Zahirun Jali (tampak nyata), yakni perbuatan kepada tuhan-tuhan selain Allah atau baik tuhan yang berbentuk berhala, binatang, bulan, matahari, batu, gunung, pohon besar, sapi, ular, manusia dan sebagainya. Demikian pula menyembah makhluk-makhluk ghaib seperti setan, jin dan malaikat.
Yang kedua yaitu syirik akbar Bathinun Khafi (tersembunyi) seperti meminta pertolongan kepada orang yang telah meninggal. Setiap orang yang menaati makhluk lain serta mengikuti selain dari apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, berarti telah terjerumus kedalam lembah kemusyrikan. Firman Allah SWT:

“Itulah petunjuk Allah yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am : 88)
Jenis-jenis Syirik Besar
Pertama, syirik dalam doa. Maksudnya, berdoa kepada selain Allah sama seperti berdoa kepada Allah, baik sebagai permohonan maupun sebagai ibadah. Jika dengan doa itu ia memohon manfaat atau meminta dihindarkan dari bahaya, maka itu disebut sebagai doa permohonan. Apabila dengan doa itu ia menunjukkan kepasrahan dan ketundukan kepada Allah, maka itu disebut doa ibadah. Kedua doa itu tidak ditujukan kecuali hanya kepada Allah oleh karena tidak boleh menyembah selain Allah dengan kedua doa itu. Adapun memberikan atau mengarahkannya kepada selain Allah adalah syirik dalam doa. Allah berfirman yang artinya :
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.’….” (al-Mu’min: 60)
Kedua, syirik dalam niat, motivasi, dan tujuan. Maksudnya adalah seorang hamba melakukan suatu pekerjaan dengan niat, motivasi, dan tujuan mutlak selain Allah. Ini adalah syirik dalam akidah dan keyakinan. Allah berfirman yang artinya :
“Katakanlah, ‘Hai, orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.’” (al-Kaafiruun: 1-2)
Ketiga, syirik dalam ketaatan. Maksudnya adalah menyamakan sembahan selain Allah dengan Allah dalam hal hak menentukan syariat dan hukum. Sesungguhnya, membuat syariat, hukum, dan memerintah adalah hak khusus Allah. Allah berfirman yg artinya : “Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku (berada) di atas hujjah yang nyata (Al-Qur`an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah, Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.” (al-An’aam: 57)
Keempat, syirik dalam cinta. Maksudnya adalah seseorang mencintai sesuatu selain Allah sama dengan cintanya kepada Allah. Mungkin lebih sedikit, mungkin juga lebih banyak. Adapun cinta itu menimbulkan ketundukan dan kepasrahan. Allah berfirman yang artinya :
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah….” (al-Baqarah: 165)
Kelima, syirik dalam rasa takut. Maksudnya adalah rasa takut yang timbul dari asumsi atau keyakinan akan terjadinya suatu kemudaratan. Yang dimaksud dengan rasa takut disini adalah puncak tertinggi dari rasa takut. Ujung dan penghabisan rasa takut itu tidak boleh diberikan kecuali hanya kepada Allah. Allah berfirman yan artinya :
“Sesungguhnya, mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 175)
Keenam, syirik dalam tawakal. Maksudnya adalah menyerahkan urusan sepenuhnya kepada Allah dan bergantung kepada-Nya dalam memperoleh suatu keinginan. Dengan pengertian ini, tawakkal tidak boleh dilakukan kecuali hanya kepada Allah oleh karena ia adalah ibadah. Allah berfirman,
“Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya….” (al-Furqaan: 58)

2.      Syirik Asghar (Syirik Kecil)
Syirik ashghar tidak menyebabkan seorang hamba yang melakukannya keluar dari Islam. Pelakunya mendapat ancaman Allah dan berhak menerima siksa tapi tidak kekal di dalam neraka
Syirik jenis ini menghapuskan (pahala) amal yang dicampurinya, adapun pelakunya berada di bawah kehendak Allah..
Pengertian syirik ashghar ialah segala sesuatu yang disebut sebagai syirik dalam dalil-dalil syari’at akan tetapi tidak mencapai derajat syirik akbar, dan ia dikategorikan sebagai sarana yang mengantarkan menuju syirik akbar.
Jenis-jenis Syirik Kecil : 
Pertama, qauli (perkataan), yaitu syirik yang diucapkan dengan lisan, seperti bersumpah dengan selain Allah, mengucapkan “apa yang dikehendaki Allah dan aku”,  “hakim segala hakim”, atau mengucapkan kata-kata penghambaan kepada selain Allah, seperti “abdun-nabi (hamba Nabi )”, “abdur-rasul (hamba Rasul)”.
Kedua, fi’li (perbuatan), yaitu setiap perbuatan yang dilakukan ditujukan untuk  mendapatkan perhatian dan pujian orang lain dan mengharapkan dunia dalam berbagai amalnya. Misalnya, orang melaksanakan ibadah haji ingin dipanggil “Pak Haji” atau orang yang menuntut ilmu karena ingin memperoleh jabatan dan kekuasaan, dan lain-lain
C.     DIMENSI SYIRIK
1.      Syirik dalam dimensi rububiyyah
Yaitu jika seseorang meyakini bahwa ada sesuatu yang bisa menciptakan, member rizki, menghidupkan atau mematikan, meyakini bahwa ada mahluk lain yang mampu menolak kemadlorotan, meraih kemanfaatan. Syirik ini termasuk kategori kufur.Allah  SWT berfirman :
إياك نعبد وإياك نستعين ( الفاتحة : 5 )
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
2.      Syirik dalam dimensi ulluhiyyah
pada dimensi uluhiah adalah seseorang menyamakan Allah SWT dengan sesuatu atau manusia, dengan kelayakan disembah dan ditaati yang menjadi kekhususan Allah, seperi shalat, puasa, nazar, dan menyembelih kurban untuk selain Allah. Allah berfirman,
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون ( الذريات : 56 )
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (adz-Dzaariyaat: 56)
3.      Syirik dalam dimensi Mulkiyah
Sebagai contoh seseorang mematuhi pemimpin yang menghalalkan apa yang diharamkan Alloh dan mengharamkan apa yang dihalalkan Alloh. Allah, sehingga dia meminta bantuan kepada mereka untuk menolak petaka atau untuk meraih keuntungan, apalagi bila wali tersebut sudah meninggal dunia. Allah berfirman,
إياك نعبد وإياك نستعين ( الفاتحة : 5 )
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

D.     BAHAYA SYIRIK

1.      Sulit menerima kebenaran. Firman Allah SWT yang artinya : 
“Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat adzab yang berat.” (QS. Al-Baqarah: 7).
Hati orang-orang syirik tertutup untuk menerima kebenaran baik yang datangnya dari Allah dan Rasul-Nya. Menurut Ibnu Jarir, ketertutupan hati orang syirik itu lantaran dari sifat kesombongan dan penentangannya terhadap kebenaran yang disampaikan kepadanya.  Munculnya perasaan bimbang dan ragu.
2.      Hanya akan memperoleh kesenangan sementara.
Kesenangan hidup di dunia yang diperoleh orang-orang musyrik sifatnya sementara, di akhirat kelah akan mendapatkan siksa yang pedih.
3.      Amalan dan harta yang yang dinafkahkan sia-sia.
Amalan yang dinafkahkan orang-orang musyrik adalah sia-sia (tidak diberi pahala oleh Allah), apa yang dimilikinya tidak akan dapat digunakan untuk menebus siksa di akhirat kelak, sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya :
“Perumpaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini, ibarat angin yang mengandung hawa sangat dingin yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri.” (QS. Ali Imran: 117).
4.      Orang musyrik dinilai sebagai makhluk terburuk. Allah menilai orang-orang musyrik dengan penilaian yang sangat rendah. Orang-orang musyrik itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih rendah dan sesat daripada binatang.
5.      Menjadi musuh Allah. Perbuatan musyrik menyebabkan murka Allah SWT, sebagaimana firman Allah yang artinya : maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 98).
6.      Dijanjikan mendapat siksa neraka. Allah menerangkan dalam firman-Nya yg artinya :  “Pada  hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitan muram (kepada mereka dikatakan), mengapa kamu syirik setelah beriman? Karena itu rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu.” (QS. Ali Imran: 106).

E.     CARA-CARA MENGHINDARI SYIRIK

1.      Mengikhlaskan amal ibadah pada Allah
Dengan mengikhlaskan segala ibadah dan amal shalih kita hanya untuk mencari ridho Allah ta’ala semata. Allah ta’ala berfirman yang artinya : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Q.S. Al-Bayyinah: 5)
2.      Mempelajari Ilmu tauhid dan agama
Mempelajar ilmu tauhid dan ilmu agama yang murni sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah sangat penting. Selain itu kita juga memohon petunjuk pada Allah sebagai upaya yang baik untuk selalu menghindarkan dirik dari dosa syirik. Allah ta’ala berfirman dalam surat (Q.S. Az Zukhruf : 86)
3.      Mempelajari lawan dari tauhid
Mempelajari lawan dari tauhid, yaitu syirik. Baik itu definisi, jenis-jenis, dan contoh-contohnya. Karena untuk memahami sesuatu terkadang kita harus mengenal lawannya.
4.      Melepas diri dari kepercayaan palsu
Melepas diri dari kepercayaan palsu dan memperkukuh akidah serta menerapkan dalam    kehidupan sehari-hari
5.      Memperbanyak do’a kepada Allah
Memperbanyak do’a kepada Allah agar diberikan keistiqomahan (keteguhan) diatas tauhid dan agar dijauhkan dari segala bentuk kesyirikan baik yang kita ketahui maupun tidak dan kita sadari maupun tidak. Seperti dalam firman allah dalam surat (Q.S. Ali Imran: 8)
6.      Bergaul dengan orang-orang teguh & lurus agama
Bergaul dengan orang-orang yang lururs dan teguh agamanya (ahlusunnah) dan dapat menghindarkan pergaulan kita dengan orang-orang yang melakukan kesyirikan sehingga kita tidak mudah terpengaruh denga perbuatan mereka tersebut.
7.      Menghilangkan sifat sombong  sangat diperlukan untuk menghindari seseorang menganggap kecil kekuasaan seperti allah berfirman dalam surat (Q.S. Luqman:18)
8.      Tidak putus asa  dalam menerima cobaan dari Allah, karena Allah tidak akan memberi cobaan pada hamba-Nya diatas kemampuannya serta selalu memohon pertolongan hanya pada Allah.
9.      Yakin bahwa Allah maha kuasa dengan sepenuh hati bahwa Allah swt adalah yang Maha Kuasa tidak ada kekuatan lain selain Dia. Tidak sepantas-pantasnya kita tunduk, patuh, dan takut kepada siapapun  selain Allah. Allah berfirman pada surat al imran ayat 18
10.  Yakin bahwa semua dari Allah dan akan kembali pada-Nya
11.  Menyadari akan dosa syirik  tidak akan diampuni oleh Allah

Contoh perbuatan syirik :
1. Sihir
2. Peramalan
3. Nusyrah
4. Tanjim (perbintangan)
5. Ath-Thiyarah
6. At-Tama’im (jimat)
7. Ar-Ruqyah



DAPTAR PUSTAKA
Firdaus,H. 1976. Risalah Tauhid. Jakarta:Buku Bintang.
Djaris,Zainal,Arifin. 1996. Islam Aqidah dan Syari’ah. Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada.
Fuad,Muhammad dan Baqi,Abdul. 1993. Al lu’lu wal marjan. Semarang:Ar-Ridha.

https://abihumaid.wordpress.com/2011/03/12/penjelasan-syirik-kepada-allah/
Reactions:

0 comments:

Post a Comment