Selamat datang semoga nyaman disini, bermanfaat dan jangan lupa bagikan tulisan ini

Wednesday, June 3, 2015

makalah kalimat efektif




MAKALAH
KALIMAT EFEKTIF
(Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia)
Dosen: Hera Wardah Humaera, M.Pd
http://www.ummi.ac.id/lppm/images/LOGO%20UMMI.jpg







Disusun Oleh :
Eneng Desri Handayani
Herlina Hidayati
Ulfa Nurajizah


PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
2014/2015



KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
            Alhamdulilahirrabbil’aalamiin, puji syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, nikmat dan karunianya. Solawat beserta salam kepada Nabi Muhammad SAW  kepada para umatnya dan para sahabatnya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah tentang “Kalimat Efektif”, mata kuliah Bahasa Indonesia.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Wassalamu’alaikum Warohmatullah Wabarakatuh







Sukabumi, 28 Maret 2015



Penyusun


DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………………i
Daftar Isi………………………………………………………………………….ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang……………………………………………………………1
B.     Rumusan Masalah………………………………………………………...1
C.     Tujuan…………………………………………………………………….2
BAB II
LANDASAN TEORI
A.     Pengertian Kalimat Efektif……………………………………………….3
B.     Syarat-Syarat Kalimat Efektif……………………………………………4
C.     Ciri-Ciri kalimat Efektif………………………………………………….4
D.     Contoh Kalimat Efektif…………………………………………………..5
BAB III
PEMBAHASAN…………………………………………………………………6
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan……………………………………………………………….8
Daftar Pustaka……………………………………………………………………9









BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa itu berisi pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau penulis. Bahasa yang digunakan itu hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima oleh pendengar atau pembaca. Kalimat yang dapat mencapai sasarannya secara baik disebut dengan kalimat efektif.
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Kalau gagasan yang disampaikan sudah tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas, dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Akan tetapi, kadang-kadang harapan itu tidak tercapai. Misalnya, ada sebagian lawan bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang dituliskan. Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit. Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan. Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah (Mustakim, 1994:86).
Dalam karangan ilmiah sering kita jumpai kalimat-kalimat yang tidak memenuhi syarat sebagai bahasa ilmiah. Hal ini disebabkan oleh, antara lain, mungkin kalimat-kalimat yang dituliskan kabur, kacau, tidak logis, atau bertele-tele. Dengan adanya kenyataan itu, pembaca sukar mengerti maksud kalimat yang kita sampaikan karena kalimat tersebut tidak efektif. Berdasarkan kenyataan inilah penulis tertarik untuk membahas kalimat efektif dengan segala permasalahannya.


B.     Rumusan Masalah
1.      Permasalahan penulisan kalimat efektif pada pembuatan makalah
2.      Bagaimana cotoh penulisan kalimat efektif yang baik ?



C.     Tujuan
1.      Agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunakan bahasa Indonesia sehingga menjadi  baik dan benar
2.      Agar tidak ada kesalahan kalimat efektif dalam pembuatan makalah
3.      Mengetahui apa dan bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam berbahasa
4.      Menjaga kemurnian bahasa Indonesia





BAB II
LANDASAN TEORI

A.     Pengertian Kalimat Efektif
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa itu berisi pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau penulis. Bahasa yang digunakan itu hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima oleh pendengar atau pembaca. Kalimat yang dapat mencapai sasarannya secara baik disebut dengan kalimat efektif (Mustakim, 1994). 
Kalimat efektif adalah kalimat yang memperlihatkan bahwa proses peyampaian oleh pembicara atau penulis dan proses penerimaan oleh pendengar atau pembaca berlangsung dengan sempurna sehingga isi atau maksud yang disampaikan oleh pembicara atau penulis tergambar lengkap dalam fikiran pendengar atau pembaca. Pesan yang diterima oleh pendengar atau pembaca atau penulis (Alwi, 2001: 39).

Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa :
1.      Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca (Rahayu: 2007).
2.      Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat (Akhadiah, Arsjad, danRidwan : 2001).
3.      Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989).
4.      Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi: 2009).
5.      Kalimat efektif di pahami sebagai sebuah kalimat yang dapat membantu menjelaskan sesuatu persoalan secara lebih singkat jelas padat dan mudah di mengerti serta di artikan (ARIF HP: 2013).

Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kata kunci dari definisi kalimat efektif yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
Kalimat efektif merupakan kunci penentu yang menjembatani efektifitas bahasa. Secara umum kalimat efektif adalah struktur hasil gabungan kata-kata yang secara sadar direncanakan mencapai tujuan komunikasi seprima mungin (Syamsudin, 1994: 99).
Pada intinya, kalimat efektif tidak akan menimbulkan salah faham atau perbedaan pengertian antara pembicara atau penuis atau pendengar atau pembaca. Oleh karena itu kalimat efektif harus dapat mengungkapkan gagasan pembicara atau penulis secara tepat.


B.     Syarat  - syarat Kalimat Efektif
Syarat-syarat kalimat efektif adalah sebagai berikut:
1.      Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.      Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.


C.     Ciri – ciri Kalimat Efektif
Kalimat efektif mempunyai ciri – ciri yaitu : 1).  Keutuhan; 2). Kesejajaran; 3). Pemfokusan; 4). Penghematan; berikut ini akan dijelaskan masing-masing ciri kalimat efektif di atas dengan merujuk pendapat finoca (2002)
1.      Kesatuan
Kesatuan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam  sebuah kalimat, dengan satu ide pokok pokok boleh panjang atau pendek, menggabungkan lebih dari satu kesatuan,bahkan dapat mempertentangkan satu dengan yang lainya,asalkan ide atau gagasan kalimatnya tunggal. Penutur tidak boleh menggabungkan dua kesatuan yang tidak mempunyai hubungan sama sekali kedalam sebuah kalimat
2.      Kepaduan
Kepaduan adalah hubungan yang padu antara usur- unsur pembentuk kalimat yang termasuk pembentuk kalimat yang termasuk adalah frasa, klausa, sert tanda basa yang membentuk S- P - O –pel.ket. dalam kalimat
3.      Kesejajaran
Kesejajaran adalah terdapatnya unsur- unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai didalam kalimat
4.      Pemfokusan
Pemfokusan ialah  suatu perlakuan khusus menonjolkan bagian kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan, cara yang dipakai untuk memberi perlakuan khusus pada kata-kata tertentu ada beberapa yaitu : 1) dengan meletakan kata yang ditonjolka itu di awal kalimat 2) dengan melakukan pengulangan kata ( repetisi ) 3) dengan melakukan pengontrasan kata kunci dan 4) dengan menggunakan partikel / penegas
5.      Penghematan
Penghematan adalah menghindari penukaran kata yang  tidak perlu.


D.     Contoh Kalimat Efektif
a.       Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan. (tidak efektif)
Seharusnya: saran yang di kemukakannya akan kami pertimbangkan
b.      Sejak dari pagi dia termenung. (tidak efektif)
Seharusnya: sejak pagi dia termenung
c.       Saya akan bikin kue. (tidak efektif)
Seharusnya: saya akan membuat kue
d.      Banyak pahlawan kita yang mati di medan perang (tidak efektif).
Seharusnya : banyak pahlawan kita yang gugur di medan perang.
e.       Amara pergi ke sekolah, kemudian Amara pergi kerumah temanny untuk belajar (tidak efektif).
Seharusnya : Amara pergi kesekolah, kemudian kerumah temannya untuk belajar.
f.        Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama belajar di rumahku (tidak efektif).
Seharusnya : karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku.




BAB III
PEMBAHASAN

     Pada beberapa makalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi yang sudah kami baca, ternyata masih banyak yang cara penulisan kalimatnya tidak efektif. Diantaranya yaitu mahasiswa dari prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, prodi DIII Perpajakan, dan prodi Pendidikan Biologi.
Dari hasil analisis kami, dari makalah mahasiswa :
1.       DIII Perpajakan dengan judul makalah “PRODUKSI DAN HARGA PASAR PERSAINGAN”
Kesalahannya yaitu :
·        Usaha seseorang untuk selalu memenuhi kebutuhan hidupnya selalu dilakukan sejak zaman dahulu kala (tidak efektif)
Seharusnya : usaha seseorang untuk mmenuhi kebuuhan hidupnya selalu dilakukan sejak zaman dahulu kala. 
·        Pada pasar persaingan sempurna tidak tampak kegiatan saling menyaingi antar penjual (tidak efektif)
Seharusnya : pada pasar persaingan sempurna tidak tampak kegiatan saling bersaing antar penjual

2.      Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan judul makalah “MENULIS”
Kesalahannya yaitu :
·         Dimakalah ini saya akan membahas salah satu keterampilan bahasa pada manusia yaitu menulis (tidak efektif)
Seharusnya : pada makalah ini penulis akan membahas salah satu keterampilan bahasa pada manusia yaitu menulis
·        Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain (tidak efektif)
Seharusnya : Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung

3.      Pendidikan Biologi dengan judul “KEANEKARAGAMAN HEWAN DAN TUMBUHAN DENGAN PENGKLASIFIKASIAN BINOMINAL NOMENKLATUR”
Kesalahannya yaitu :
·           Banyak diantaranya menghasilkan berbagai jenis yang menyimpang dalam pertumbuhannya. (tidak efektif)
Seharusnya : Banyak diantaranya yang menghasilkan berbagai jenis yang menyimpang dalam pertumbuhannya.
·           Saran dari kami yaitu perlunya meningkatkan kepedulian akan lingkungan hidup (tidak efektif)
Seharusnya : Saran dari kami yaitu perlunya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.



BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pndengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimasud oleh penulis atau pembicaranya.
Unsur-unsur dalam kalimat meliputi : subjek (S), prediket (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket).
Ciri-ciri kalimat efektif yaitu : Kesepadanan, keparalelan, ketegasan, kehematan, kecermatan, kepaduan, kelogisan.
Dari analisa yang kami lakukan, ternyata masih banyak mahasiswa yang penulisan makalahnya tidak efektif sehingga tidak enak untuk dibaca. Sehingga perlu evaluasi agar tidak terjadi kesalahan yang sama pada penulisan makalah selanjutnya.



DAFTAR PUSTAKA

Ali. Lukman dkk. 1991. Petunjuk Praktis Berbahassa Indonesia. Jakarta : Pusat pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Badudu, J.S. 1983. Membina Bahasa Indonesia Baku. Bandung : Pustaka Prima.
Finoza, Lamuddin. 2002. Komposii Bahasa Indonesia. Jakarta : Insan Muia.
Rohmadi, Muhamad dkk, 2008. Teori dan Aplikasi: Bahasa Indonesia di pergururan Tinggi. Cetakan I. Surakara : UNS Press.
Wede56.blogspot.com/2014/03/contoh-makalah-bahasa-indonesia-kalimat_25html




LAMPIRAN


Saturday, March 14, 2015

macam-macam ideologi dunia

Macam - Macam Ideologi Di Dunia

1.   Konservatisme
Sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa latin, conservāre, melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan". Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda, kaum konservatif di berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula.Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo, sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau, the status quo ante.
2.   Komunisme

Komunisme adalah paham yang mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan, paham komunis juga menyatakan semua hal dan sesuatu yang ada di suatu negara dikuasai secara mutlak oleh negara tersebutPenganut faham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifes politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Negara yang masih menganut komunisme adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.
3.   Liberalisme 
Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.
Liberalisme dianut oleh negara-negara di berbagai benua.
 
Benua amerika: Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay, Venezuela Aruba, Bahamas, Republik Dominika,
4.   Kapitalisme 
Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Negara yang menganut paham kapitalisme adalah Inggris, Belada, Spanyol, Australia, Portugis, dan Perancis.
5.   Fasisme 
Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara.
Kata fasisme diambil dari bahasa Italia, fascio, sendirinya dari bahasa Latin, fascis, yang berarti seikat tangkai-tangkai kayu. Ikatan kayu ini lalu tengahnya ada kapaknya dan pada zaman Kekaisaran Romawi dibawa di depan pejabat tinggi. Fascis ini merupakan simbol daripada kekuasaan pejabat pemerintah.
Negara yang menganut paham faiisme adalah Italia, Jerman dan Jerman.
6.   Sosialisme 
Sosialisme atau sosialis adalah paham yang bertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang produktif dan membatasi milik perseorangan. Sosialisme dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan denganideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Negara yang menganut paham sosialisme adalah Kuba dan Venezuela.
7.   Anarkisme 
Anarkisme yaitu suatu paham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara,pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan.
Secara spesifik pada sektor ekonomi, politik, dan administratif, Anarki berarti koordinasi dan pengelolaan, tanpa aturan birokrasi yang didefinisikan secara luas sebagai pihak yang superior dalam wilayah ekonomi, politik dan administratif (baik pada ranah publik maupun privat).
8.   Demokrasi Islam 
Demokrasi Islam adalah ideologi politik yang bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip agama Islam ke dalam kebijakan publik. Ideologi ini muncul pada awal perjuangan pembebasan atas daerah di mandat Britania atas Palestina kemudian menyebar akan tetapi di sejumlah negara-negara dalam pratiknya telah mencair dengan gerakan sekularisasi.
9.   Demokrasi Kristen 
Demokrasi Kristen adalah ideologi politik yang bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip agama Kristen ke dalam kebijakan publik. Ideologi ini muncul pada awal abad kesembilanbelas di Eropa, pengaruh di Eropa dan Amerika Latin akan tetapi dalam pratiknya di sejumlah negara-negara telah mencair dengan gerakan sekularisasi.
10. Demokrasi Sosial 
Demokrasi Sosial adalah sebuah paham politik yang sering disebut sebagai kiri atau kiri moderat yang muncul pada akhir abad ke-19 berasal dari gerakan sosialisme
11. Feminisme 
Feminisme (tokohnya disebut Feminis) adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria.
Kelahirannya pada era Pencerahan di Eropa yang dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet. Kata feminisme dikreasikan pertama kali oleh aktivis sosialis utopis, Charles Fourier pada tahun 1837. Pergerakan center Eropa ini berpindah ke Amerika dan berkembang pesat sejak publikasi John Stuart Mill, the Subjection of Women (1869).
12. Gaullisme 
Gaullisme adalah ideologi politik Perancis yang didasari pada pemikiran dan tindakan Charles de Gaulle.
Tema utama dari kebijakan luar negeri de Gaulle adalah mengenai kemerdekaan nasional dengan beberapa konsekuensi praktisnya yaitu dalam beberapa hal oposisi terhadap organisasi internasional seperti NATO atau Komunitas Ekonomi Eropa


13. Luxemburgisme 
Luxemburgisme (juga ditulis Luxembourgisme) adalah paham teori Marxis dan komunisme secara spesifik revolusioner berdasarkan tulisan-tulisan dari Rosa Luxemburg, Menurut MK Dziewanowski terjadi penyimpangan dari tradisional Leninisme, keterpengaruhan dari Trotskyisme Bolshevik yang kemudian diadopsi oleh pengikutnya sendiri.
Luxemburgisme merupakan upaya melakukan tafsir atas ajaran Marxisme yang berpengaruh terhadap revolusi Rusia, Rosa Luxemburg temasuk pihak yang mengkritik ajaran politik dari Lenin dan Trotsky, dengan konsep "sentralisme demokratis" sebagai demokrasi.
14. Nazisme 
Nazisme, atau secara resmi Nasional Sosialisme (Jerman: Nationalsozialismus), merujuk pada sebuah ideologi totalitarian Partai Nazi (Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman, Jerman: Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei atau NSDAP) di bawah kepemimpinan Adolf Hitler. Kata Nazi jadi merupakan singkatan Nasional Sosialisme atau Nationalsozialismus di bahasa Jerman. Sampai hari ini orang-orang yang berhaluan ekstrim kanan dan rasisme sering disebut sebagai Neonazi (neo = "baru" dalam bahasa Yunani).
15. Islamisme 
Islamisme adalah sebuah paham yang pertama kali dicetuskan oleh Jamal-al-Din Afghani atau Sayyid Muhammad bin Safdar al-Husayn (1838 - 1897), umumnya dikenal sebagai Sayyid Jamal-Al-Din Al-Afghani, atau Al-Jamal Asad
ābādī-Din sebagai paham politik alternatif dalam menyatukan negara-negara termasuk di daerah Mandat Britania atas Palestina yang mempunyai akar budaya dan tradisi yang berbeda dengan budaya dan tradisi Arab dalam tulisan di majalah al-'Urwat al-Wuthqa, kemudian dikembangkan dan dikenal pula sebagai Pan Islamisme.
16. Komunitarianisme 
Komunitarianisme sebagai sebuah kelompok yang terkait, namun berbeda filsafatnya, mulai muncul pada akhir abad ke-20, menentang aspek-aspek dari liberalisme, kapitalisme dan sosialisme sementara menganjurkan fenomena seperti masyarakat sipil. Paham ini mengalihkan pusat perhatian kepada komunitas dan masyarakat serta menjauhi individu. Masalah prioritas, entah pada individu atau komunitas seringkali dampaknya paling terasa dalam masalah-masalah etis yang paling mendesak, seperti misalnya pemeliharaan kesehatan, aborsi, multikulturalisme, dan hasutan.
17. Maoisme 
Maoisme atau Pemikiran Mao Zedong adalah varian dari Marxisme-Leninisme berasal dari ajaran-ajaran pemimpin komunis Cina Mao Zedong (Wade-Giles Romanization: "Mao Tse-tung").
Pemikiran Mao Zedong lebih disukai oleh Partai Komunis Cina (PKT) dan istilah Maoisme tidak pernah dipergunakan dalam terbitan-terbitan bahasa Inggrisnya kecuali dalam penggunaan peyoratif. Demikian pula, kelompok-kelompok Maois di luar Cina biasanya menyebut diri mereka Marxis-Leninis dan bukan Maois. Ini mencerminkan pandangan Mao bahwa ia tidak mengubah, melainkan hanya mengembangkan Marxisme-Leninisme. Namun demikian, beberapa kelompok Maois, percaya bahwa teori-teori Mao telah memberikan tambahan berarti kepada dasar-dasar kanon Marxis, dan karena itu menyebut diri mereka "Marxis-Leninis-Maois" (MLM) atau "Maois" saja.
18. Nasionalisme 
Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
Macam-macam nasionalis:
1. Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau.
2. Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat").
3. Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme.
4. Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan sebagainya.
5. Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis.
 
6. Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama.
19. Pancasila 
Pancasila terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pa
ñca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
 
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
 
3. Persatuan Indonesia
 
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
 
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
20. Stalinisme 
Stalinisme adalah sistem ideologi politik dari Uni Soviet di bawah kepemimpinan Joseph Stalin yang memimpin Uni Soviet pada tahun 1929 sampai dengan 1953 berkaitan erat dengan pemerintahan pengguna sistem ekstensif spionase, tanpa pengadilan, dan politik penghapusan lawan-lawan politik melalui pembunuhan langsung atau melalui pembuangan dan penggunaan propaganda untuk
membangun kultus kepribadian berupa diktator mutlak dengan menggunakan negara kepada masyarakat untuk mempertahankan supermasi individual dengan kontrol politik melalui partainya yaitu Partai Komunis


nyari cat kuku yang indah dan lucu ataupun mascara yang tahan lama ada disini :)


di order 
cat kuku yang berkilau dengan rangkaian warna-warna menarik. Hasil akhir yang menawan. hanya dengan harga : Rp.39.000 
warna lain ada 
kode : 23160
minat ? hubungi 081212997321 / 20C3E6D7







VERY ME FAT LASH MASCARA - BLACK
tampil dengan mempesona bulu mata indah yang tampak tebal, yang memperkuat bulu mata menjadikan bulu mata tampak lebih penuh dan tahan lama
hanya dengan harga  Rp. 79.000
kode : 20533
minat ? hubungi 081212997321 / 20C3E6D7




PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE GRATIS SETIAP BULAN

  PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE GRATIS SETIAP BULAN   SUDAH 8000 lebih Calon Guru, Guru, Mahasiswa dan dosen  DI SELURUH NUSANTARA TEL...