Thursday, March 13, 2014

contoh makalah pengolahan minyak goreng secara fermentasi

PENGOLAHAN MINYAK GORENG
SECARA FERMENTASI
XII IPA 4
ANGGOTA :
Lisna Holipah
Nur Anissa Anggraeni
Ricka Widya
Rista Novel  Yulyanti
Ulfa Nurajizah
Wulan Destiani Saputri



SMAN 1 PALABUHANRATU


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur ke khadirat Allah SWT,yang maha pengasih, pemilik segala ilmu pengetahuan. Atas izin-Nya akhirnya kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.
Makalah ini membahas tentang “Pengolahan  Minyak kelapa Secara Fermentasi”,kami sajikan dengan tampilan yang sederhana dan disertai beberapa gambar supaya memperjelas materi dan mudah dimengerti. Makalah ini kami susun guna memenuhi tugas ujian Praktek biologi. Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari beberapa pihak. Untuk itu kami berterimakasih kepada :
  1.  Titin Kartini S.pd. selaku guru pembimbing yang telah memberikan tugas sekaligus arahan dan bombingannya
2.      Orang tua, yang telah memberikan dukungan dan dorongan
  1. Teman sekelompok, yang telah bekerja sama dengan baik.

Makalah ini kami susun dengan sebaik-baiknya dan dengan segala upaya.Setelah melalui beberapa tahap akhirnya makalah ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya.Meskipun makalah ini dapat terselesaikan dan tidak ada kesulitan yang sangat berarti, tetapi kami sadar banyak kekurangan-kekurangan.Untuk itu kami harapkan kritik dan saran dari pembaca supaya lebih baik kedepannya.
Semoga makalah ini dapat diterima dengan baik dan bermanfaat untuk kita semua,khususnya bagi kami sebagai penyusun mudah-mudahan makalah ini dapat memenuhi tugas ujiam praktek





Palabuhanratu, 09 Maret  2014
Tim penyusun


i
DAFTAR ISI
Kata pengantar  …………………………………………………………………….     i
Daftar isi ………………………………………………………………………….....  ii      
BAB I       PENDAHULUAN
A.    Latar belakang ……………………………………………………..     1      
B.     Rumusan masalah …………………………………………………..    1      
C.     Tujuan peneletian...............................................................................    1
D.    Manfaat…………………………………………………………….      1
E.     Sistematika Penulisan ……………………………………………        2
BAB II      LANDASAN TEORI
A.    Klasifikasi kelapa...............................................................................    2
B.     Klasifikasi Saccharomyces Cerevisae ……………………………..     2
C.     Kandungan dalam buah kelapa..........................................................    3
D.    Penjelasan fermipan ……………………………………………….      5
E.     Proses Pembuatan minyak kelapa secara fermentasi...........................  5
F.      Keuntungan Metode fermentasi daripada prose tradisional...............   6
BAB III     METODELOGI
A.     Tempat Penelitian …………………………………………………………   9
B.     Waktu Penelitian ..........................................................................................   9
C.     Tenaga Penelitian………………………………………………………….    9
D.     Metode Peneletian………………………………………………………….   9
E.      Alat Dan Bahan ……………………………………………………………   9
F.      Langkah Kerja……………………………………………………………...   10
BAB IV   DATA PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA
A. Data Pengamatan……………………..……………………………………    11
B. Analisis Data …………………………………………..…………………      15
BAB V   PENUTUP
A.    Kesimpulan ………………………………………………….........    16
B.     Saran..............……………………………………………………..    16  

DAFTAR PUSTAKA.
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Kelapa (Cocos nucifera L.) sebagai salah satu kekayaan hayati Indonesia telah berabad-abad dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, baik sebagai sumber makanan, obat-obatan, industri dan lain-lain. Hasil-hasil produk kelapa di Indonesia secara umum masih bertumpu pada minyak kelapa, padahal kelapa merupakan tanaman yang serbaguna. Tanaman kelapa memiliki keragaman produk yang tinggi, karena dari daun sampai akar memiliki manfaat dan nilai sosial ekonomi.

VCO atau virgin coconut oil (dalam bahasa Indonesia disebut sebagai minyak kelapa murni) merupakan produk modern buah kelapa yang memiliki kemampuan meningkatkan taraf kesehatan, mengobati dan bahkan dimanfaatkan dalam bidang kecantikan atau kosmetika. Walaupun sebagai produk modern, pengembangan minyak VCO tetap berkaitan dengan akar budaya masyarakat yang menggantungkan hidup pada tanaman kelapa.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Klasifikasi Kelapa ?
2.      Bagaimana Klasifikasi Saccharomyces Cerevisae ?
3.      Apa Saja Kandungan yang Terdapat dalam Kelapa?
4.      Apa itu fermipan ?
5.      Bagaimana Proses Pembuatan Minyak Goreng Secara Fermentasi ?
6.      Apa keuntungan proses fermentasi dibandingkan dengan proses tradisional?

C.    Tujuan Penelitian
Mengetahui klasifikas kelapa, klasifikasi saccharomyces cerevisae, penjelasan fermipan, kandungan dalam kelapa, proses pembuatan minyak goreng  dengan cara fermentasi, dan mengetahui keuntungan proses fermentasi dibanding dengan proses tradisional.



D.    Manfaat
Dengan mengetahui materi ini diharapkan pembaca bisa memanfaatkan buah kelapa sebagai bahan memasak yaitu minyak goreng secara fermentasi yang lebih mudah, aman, dan terjangkau.
E.     Sistematika Penulisan
BAB I       PENDAHULUAN
                        Bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat.

BABII      LANDASAN TEORI
            Bab ini berisi tentang klasifikasi kelapa, klasifikasi saccharomyces cerevisae kandungan buah kelapa, penjelasan fermipan, cara pembuatan minyak goreng secara fermentasi, dan keuntungan dari fermentasi dari pada pengolahan tradisional.
BAB III   METODOLOGI
            Bab ini berisi tentang tempat penelitian, waktu penelitian, tenaga penelitian, sumber data, dan langkah kerja.
BAB IV   DATA PENGAMATAN DAN ANALISIS
                        Bab ini terdiri dari data pengamatan dan analisis data.
BAB V     PENUTUP
                        Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN











BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Klasifikasi
Tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan tanaman serbaguna, baik  untuk keperluan pangan maupun nonpangan.
Klasifikasi Tanaman Kelapa :
§  Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
§  Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
§  Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
§  Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
§  Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
§  Sub Kelas : Arecidae
§  Ordo : Arecales
§  Famili : Arecaceae (suku pinang-pinangan)
§  Genus : Cocos
§  Spesies : Cocos nucifera L
B. Klasifikasi Saccharomyces cerevisae
§  Kingdom         : fungi
§  Filum               : ascomycota
§  Kelas               : accharomycetes
§  Ordo                : accharomycetales
§  Genus              : accharomyces
§  Species            : accharomyces cerevisae
C. Kandungan dalam Buah Kelapa
1.      Daging Buah Kelapa
Yang terkandung dalam daging buah Kelapa ini sekitar 90% merupakan asam lemak jenuh dan 105 asam lemak tak jenuh. Meskipun mengandung asam lemak jenuh, namun minyak Kelapa memiliki rantai karbon sedang sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Asam lemak rantai sedang lebih baik dibandingkan asam lemak rantai panjang karena bisa langsung dicerna dalam usus tanpa adanya proses hidrolisis dan enzimatis. Sedangkan minyak yang memiliki rantai karbon yang panjang harus melalui beberapa tahapan dulu untuk diproses di dalam pencernaan manusia sebelum akhirnya dapat diserap dinding usus lewat beberapa proses yang panjang. Asam lemak rantai sedang juga tidak diubah menjadi lemak atau kolesterol serta tidak memengaruhi kolesterol darah. Dan terkait dengan manfaatnya, asam lemak rantai sedang ini berkemampuan secara spesifik sebagai anti-fungsi, anti-protozoa, anti-bakteri, dan juga anti-virus.
2.      Air Kelapa
Tak hanya minyak dan dagingnya saja yang memiliki banyak manfaat, namun air Kelapa juga disinyalir mengandung banyak zat gizi. Kalau selama ini pemanfaatan air Kelapa hanya terbatas pada mengolahnya menjadi nata de coco, maka dengan kandungannya yang padat gizi, air Kelapa bisa dikembangkan lebih dari itu. Menurut hasil analisis, dalam air Kelapa tua mengandung sekitar 91% mineral, 0,3% protein, 0,15% lemak, 7,3% karbohidrat dan 1,06% abu. Air Kelapa juga mengandung vitamin C 2,7 mg/ 100 ml. Sedangkan kandungan mineral air kelapa terdiri atas kalium, natrium, kalsium, magnesium, tembaga, besi, dan lainnya. Oleh karena itu, banyak kandungan zat gizi tersebut menjadikan air kelapa sangat kaya khasiat seperti untuk mengobati penyakit usus, penyakit kolera, muntah-muntah, cacar, campak, dan juga penyakit kulit lainya.
Selain itu, air kelapa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi minuman isotonik karena di dalam airnya memiliki kandungan mineral dan  gula yang sempurna sehingga memiliki keseimbangan elektrolit. Dengan banyak kandungan zat gizi baik di dalam daging, minyak maupun air kelapa, buah ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk untuk kesehatan tubuh.


D. Fermipan
Ragi itu sendiri sebenarnya adalah mikroorganisme, yang bisa aktif kembali setelah mendapatkan suhu dan asupan makanan yang cukup, yaitu gula dan air, khususnya gula, mikroorganisme pada pada ragi akan merubah gula menjadi karbondiaksoda, yang kemudian tertahan adonan dan menyebabkan adonan mengembang. Jadi fungsi utama ragi adalah mengembangkan adonan. Pengembangan adonan terjadi karena ragi menghasilkan gas karbondioksida (CO2) selama fermentasi. Gas ini kemudian terperangkap dalam jaringan gluten yang menyebabkan roti bisa mengembang. Komponen lain yang terbentuk selama proses fermentasi adalah asam yang berkontribusi terhadap rasa dan aroma roti.

E. Proses Pembuatan Minyak Goreng Secara Fermentasi
1.      Pembuatan Krim Santan
·         Kelapa yang telah diparut disiram dengan air hangat (suhu 50-600C) sebanyak satu liter, kemudian diperas hingga diperoleh santan. Untuk memperoeleh  hasil yang maksimal, ampas yang diperoleh dapat disiram lagi dengan air hangat sebanyak 0,5 liter, kemudian diperas kembali.
·         Santan yang diperoleh dimasukkan ke dalam botol yang telah dihubungkan dengan slang plastik pada bagian dasarnya.
·         Tutuplah botol yang telah bersisi santan dengan kertas agar tidak banyak  terkontaminasi, kemudian simpan selama 6-12 jam agar terjadi pemisahan  antara air dengan krim santannya.
·         Setelah air dan krim santan tampak terpisah, buanglah airnya melalui  selang pada bagian dasar botol, sehingga tertinggal di dalam botol hanya krim santannya saja.
2.      Fermentasi dan Inkubasi
·         Timbanglah krim santan yang diperoleh , kemudian tambahkan  ragi roti sebanyak o,5% dari berat krim santan tersebut dan aduk-aduklah  hingga merata.
·         Tutup dan simpan lah krim santan yang telah dibeli ragi di dalam ruang  inkubasi dengan suhu 300C selama 24 jam. Selama inkubasi ini proses  fermentasi oleh ragi akan berlangsung.
·         Setelah masa inkubasi mencapai 24 jam, minyak yang terbentuk akan  tampak berada di permukaan. Pisahkan minyak tersebut dari bahan-bahan lain yang mengendap di bawahnya, kemudian panaskan selama 5-10  menit.

F. Keuntungan Metode Fermentasi daripada Proses Tradisional
Kelapa merupakan salah satu dari sekian banyak biji tanaman yang dapat  digunakan dalam pembuatan minyak. Minyak yang terbuat dari kelapa banyak  digunakan masyarakat sebagai minyak goreng. Pembuatan minyak kelapa secara  tradisional dilakukan dengan pemanasan pada suhu tinggi. Pembuatan minyak   kelapa secara tradisional ini banyak menimbulkan kerugian. Sebagai contoh, pemanasan yang tinggi dapat mengubah struktur minyak serta menghasilkan warna  minyak kurang baik. Dewasa ini telah ditemukan suatu metode pembuatan minyak  kelapa yang dapat mengurangi kerugian-kerugian tersebut di atas. Metode ini didasarkan pada penemuan bioteknologi sederhana, yaitu penggunaan  Saccharomyces sp untuk memisahkan minyak dari karbohidrat dan protein yang terdapat dalam sel-sel endosperm biji kelapa. Metode ini lebih dikenal dengan  Pembuatan Minyak Kelapa dengan Menggunakan Ragi atau Pembuatan Minyak  Kelapa secara Fermentasi.  Pada pembuatan minyak secara fermentasi ini sebenarnya yang diperlukan  adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh jamur Saccharomyces sp Enzim yang  diproduksi oleh jamur Saccharomyces sp ini dilepaskan ke lingkungan sekitar jamur  untuk menghancurkan subtrat tempat tumbuhnya menjadi senyawa-senyawa organik  dapat larut. Subtrat yang dihancurkan ini pada umumnya beruapa senyawa  karbohidrat.
Di dalam endosperm biji kelapa. Minyak umumnya terdapat berikatan  dengan karbohidrat dan protein. Dengan dihancurkannya karbohidrat oleh enzim  yang dihasilkan Saccharomyces sp , maka minyak maupun protein masing-masing  akan terlepas. Minyak akan berada di permukaan karena memiliki BJ yang lebih  ringan, sedangkan proteinnya akan mengendap. Protein yang mengendap inilah  yang selanjutnya oleh orang sunda disebut sebagai galendo.
Pembuatan minyak kelapa secara fermentasi memiliki banyak keuntungan  dibandingkan dengan acra tradisional. Pada cara tradisional, rendemen minyak yang  diperoleh sekitar 156-17%, sedangkan dengan cara fermentasi rendemen yang  diperoleh sekitar 22-24%. Selain itu, pembuatan minyak kelapa secara fermentasi prosedurnya lebih mudah, dapat mengehmat bahan bakar, dan menghasilkan minyak yang berwarna jernih dengan kualitas memenuhi standar minyak Indonesia.  Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa keberhasilan pembuatan minyak dengan  metode ini sangat dipengaruhi oleh jenis subtrat, jenis ragi dan faktor lingkungan  yang mempengaruhi kehidupan Saccharomyces sp .
Teori mengatakan bahwa ekstraksi minyak pada proses fermentasi, enzim-enzim meliputi/terdapat pemecah emulsi santan. Kegiatan enzim dipengaruhi oleh konsentrat substrat, konsentrat enzim, pH, temperatur dan durasi dari reaksi enzim. Sehingga semua proses dalam pengolahan minyak kelapa harus diperhatikan untuk menghindari kesalahan.
Pertama, tujuan penambahan air kedalam parutan kelapa adalah agar protein dalam kelapa dapat ditemukan dengan cepat, sehingga pada saat proses pemerasan kelapa untuk mendapatkan santan, hasilnya akan baik sekali. Kemudian, tujuan dari pemisahan skim dan santan kelapa adalah untuk memfasilitasi proses fermentasi, pada saat skim tidak terpisah, proses fermentasi akan berlangsung lebih lama karena bahan dalam fermentasi tersebut terlalu banyak/berlebihan.
Kedua, tujuan penambahan santan adalah untuk menambah ragi pada santan, karena air kelapa mengandung gula, dan menyatu pada saat proses fermentasi, sehingga pada akhir proses kita akan mendapatkan residu minyak yang rasanya pahit. Selama proses anaerobic fermentasi terjadi, tanpa mendapatkan udara/oksigen dari luar, tetapi pada saat fermentasi berlangsung letakkan selang pada gallon dan masukkan pada aliran air sehingga dapat terlihat gelembung udara   yang besar keluar pada saat proses berlangsung, dan itu bukan ledakan.
Selanjutnya, keuntungan dari proses fermentasi ini adalah produknya bisa tahan lama, mudah berbau tengik, dan hampir tidak mengandung kolesterol. Minyak kelapa dari metode fermentasi ini mengadung lebih 95% triglycerides (triglyceride) dan beberapa jenis asam lemak jenuh dan tidak jenuh.  Dalam ilmu biologi, minyak kelapa dari proses fermentasi lebih aman dan menguntungkan daripada minyak kelapa yang dihasilkan dari kopra, karena dapat mencegah masuknya infeksi oleh binatang kecil/insek dan afla toxin yang menghasilkan racun yang berbahaya.
Sebagai tambahan, keuntungan lainnya adalah dalam hal penghematan bahan bakar, karena proses pemanasan hanya memerlukan waktu 15 menit, sedangkan waktu pemanasan untuk minyak kelapa tradisional memerlukan kurang lebih 5 jam. Dari hasil yang dicapai, tidak dapat dibandingkan dengan minyak kelapa yang memakai cara tradisional, karena tidaklah praktis apabila hasilnya hanya 1.7 L



BAB III
METODELOGI

A.    Tempat Penelitian
Kami melakukan penelitian di kediaman  Ricka Widya dan Rista Novel Yulyanti

B.     Waktu
Kami melakukan penelitian pada tanggal 09 Maret 2013

C.    Tenaga Penelitian
·         Lisna Holipah
·         Nuranissa Anggraeni
·         Ricka Widya
·         Rista Novel Yulyanti
·         Ulfa Nurajizah
·         Wulan Destiani

D.    Metode Penelitian
Kami melakukan penelitian dengan menggunakan Metode Observasi dan Metode Study Pustaka

E.     Alat dan Bahan                             
1.      Alat
·         botol plastik yang dilubangi dan dihubungkan dengan slang plastik  sepanjang 10 cm.
·         Baskom
·         Saringan 
·         Timbangan
·         Termometer
2.      Bahan
·         Kelapa yang telah diparut sebanyak 3 buah/ 1 kg.
·         Air hangat dengan suhu 50-600C
·         Ragi roti (permifan) 

F.     Langkah  Kerja
1.      Pembuatan Krim Santan
·         Kelapa yang telah diparut disiram dengan air hangat (suhu 50-600C) sebanyak satu liter, kemudian diperas hingga diperoleh santan. Untuk memperoeleh  hasil yang maksimal, ampas yang diperoleh dapat disiram lagi dengan air hangat sebanyak 0,5 liter, kemudian diperas kembali.
·         Santan yang diperoleh dimasukkan ke dalam botol yang telah dihubungkan dengan slang plastik pada bagian dasarnya.
·         Tutuplah botol yang telah bersisi santan dengan kertas agar tidak banyak  terkontaminasi, kemudian simpan selama 6-12 jam agar terjadi pemisahan  antara air dengan krim santannya.
·         Setelah air dan krim santan tampak terpisah, buanglah airnya melalui  selang pada bagian dasar botol, sehingga tertinggal di dalam botol hanya krim santannya saja.
2.      Fermentasi dan Inkubasi
·         Timbanglah krim santan yang diperoleh , kemudian tambahkan  ragi roti sebanyak o,5% dari berat krim santan tersebut dan aduk-aduklah  hingga merata.
·         Tutup dan simpan lah krim santan yang telah dibeli ragi di dalam ruang  inkubasi dengan suhu 300C selama 24 jam. Selama inkubasi ini proses  fermentasi oleh ragi akan berlangsung.
·         Setelah masa inkubasi mencapai 24 jam, minyak yang terbentuk akan  tampak berada di permukaan. Pisahkan minyak tersebut dari bahan-bahan lain yang mengendap di bawahnya, kemudian panaskan selama 5-10  menit.


                                                                                                  


BAB IV
DATA PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA

A.    Data Pengamatan
1.
Klasifikasi kelapa
§  Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
§  Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
§  Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
§  Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
§  Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
§  Sub Kelas : Arecidae
§  Ordo : Arecales
§  Famili : Arecaceae (suku pinang-pinangan)
§  Genus : Cocos
§  Spesies : Cocos nucifera L

2.
Klasifikasi saccharomyces cerevisae
§  Kingdom         : fungi
§  Filum               : ascomycota
§  Kelas               : accharomycetes
§  Ordo                : accharomycetales
§  Genus              : accharomyces
§  Species            : accharomyces cerevisae
3.
Kandungan buah Kelapa
a.  daging kelapa
§  90% asam lemak jenuh
§  105% asam lemak tak jenuh
b. air kelapa
§  91% mineral
§  0,3% protein
§  0,15% lemak
§  7,3% karbohidrat
§  1,06% abu
§  2,7 mg/100 ml vitamin C
4.
Proses pengolahan minyak goreng secara fermentasi
1. Pembuatan Krim Santan
·         Kelapa yang telah diparut disiram dengan air hangat (suhu 50-600C) sebanyak satu liter, kemudian diperas hingga diperoleh santan. Untuk memperoeleh  hasil yang maksimal, ampas yang diperoleh dapat disiram lagi dengan air hangat sebanyak 0,5 liter, kemudian diperas kembali.
·         Santan yang diperoleh dimasukkan ke dalam botol yang telah dihubungkan dengan slang plastik pada bagian dasarnya.
·         Tutuplah botol yang telah bersisi santan dengan kertas agar tidak banyak  terkontaminasi, kemudian simpan selama 6-12 jam agar terjadi pemisahan  antara air dengan krim santannya.
·         Setelah air dan krim santan tampak terpisah, buanglah airnya melalui  selang pada bagian dasar botol, sehingga tertinggal di dalam botol hanya krim santannya saja.
2. Fermentasi dan Inkubasi
·         Timbanglah krim santan yang diperoleh , kemudian tambahkan  ragi roti sebanyak o,5% dari berat krim santan tersebut dan aduk-aduklah  hingga merata.
·         Tutup dan simpan lah krim santan yang telah dibeli ragi di dalam ruang  inkubasi dengan suhu 300C selama 24 jam. Selama inkubasi ini proses  fermentasi oleh ragi akan berlangsung.
·         Setelah masa inkubasi mencapai 24 jam, minyak yang terbentuk akan  tampak berada di permukaan. Pisahkan minyak tersebut dari bahan-bahan lain yang mengendap di bawahnya, kemudian panaskan selama 5-10  menit.



5.
Keuntungan proses fermentasi dibanding tradisional
Pembuatan minyak   kelapa secara tradisional ini banyak menimbulkan kerugian. Sebagai contoh, pemanasan yang tinggi dapat mengubah struktur minyak serta menghasilkan warna  minyak kurang baik. Sebagai tambahan, keuntungan lainnya adalah dalam hal penghematan bahan bakar, karena proses pemanasan hanya memerlukan waktu 15 menit, sedangkan waktu pemanasan untuk minyak kelapa tradisional memerlukan kurang lebih 5 jam. Dari hasil yang dicapai, tidak dapat dibandingkan dengan minyak kelapa yang memakai cara tradisional, karena tidaklah praktis apabila hasilnya hanya 1.7 L




B.Aanalisis Data
Kami menganalisis kelapa Kingdom : Plantae (Tumbuhan) , Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) , Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) , Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) , Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) ,Sub Kelas : Arecidae , Ordo : Arecales , Famili : Arecaceae (suku pinang-pinangan) , Genus : Cocos , Spesies : Cocos nucifera L , klasifikasi saccharomyces cerevisae Kingdom     : fungi, Filum: ascomycota,  Kelas: accharomycetes, Ordo: accharomycetales,Genus: accharomyces,Species : accharomyces cerevisae. Daging Buah Kelapa,Yang terkandung dalam daging buah Kelapa ini sekitar 90% merupakan asam lemak jenuh dan 105 asam lemak tak jenuh, air kelapa  mengandung sekitar 91% mineral, 0,3% protein, 0,15% lemak, 7,3% karbohidrat dan 1,06% abu. Air Kelapa juga mengandung vitamin C 2,7 mg/ 100 ml. Sedangkan kandungan mineral air kelapa terdiri atas kalium, natrium, kalsium, magnesium, tembaga, besi, dan lainnya. Oleh karena itu, banyak kandungan zat gizi tersebut menjadikan air kelapa sangat kaya khasiat seperti untuk mengobati penyakit usus, penyakit kolera, muntah-muntah, cacar, campak, dan juga penyakit kulit lainya. Keuntungan proses fermentasi dibanding dengan proses tradisional adalah kualitas minyak lebih baik, tidak mengandung kolestrol, aman, dan penggunaan bahan bakar yang lebih sedikit.








BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kelapa merupakan salah satu dari sekian banyak biji tanaman yang dapat digunakan dalam pembuatan minyak. Minyak yang terbuat dari kelapa banyak digunakan masyarakat sebagai minyak goreng. Pembuatanminyak kelapa secara tradisional dilakukan dengan pemanasan pada suhu tinggi. Pembuatan minyak kelapa secara tradisional ini banyak menimbulkan kerugian, dibandingkan dengan cara fermentasi Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa keberhasilan pembuatan minyak dengan metode ini sangat dipengaruhi oleh jenis subtrat, jenis ragi dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan Saccharomyces sp.
B.     Saran
Masyarakat agar lebih bisa memanfaatkan kelapa dengan baik tanpa resiko yang tinggi, dan menjadiakn kelapa menjadi minyak goreng  tidak hanya untuk dikonsumsi tetapi dijual demi kesejahteraan masyarakat karena pada kenyataannya masyarakat tidak pernah terlepas dari kebutuhan minyak goreng.

LAMPIRAN







Reactions:

2 comments:

  1. KAK, MAKALAH INI SUDAH PERNAH DIPERLOMBAKAN? KALAU SUDAH, PADA TINGKAT APA? APAKAH MENDAPATKAN JUARA?
    #MOHON DIBALAS KAK PENTING! :)

    ReplyDelete
  2. Belum .. Ini tugas waktu saya SMA memamng kenapa ?

    ReplyDelete