Saturday, August 6, 2016

Jurnal Keanekaragaman Alga di Pantai Tanjung Panto

Jurnal Keanekaragaman Alga di Pantai Tanjung Panto

Abstrak
Alga adalah tanaman laut yang di kelompokkan dalam 2 kelompok besar makro alga dan mikro alga, mikro alga (berukuran kecil) tidak dapat dilihat secara kasat mata tetapi hanya boleh dilihat dengan menggunakan alat bantu yaitu mikroskop. Sebaliknya alga makro atau alga yang berukuran besar dapat dilihat langsung (kasat mata). Dengan berbagai jenis alga yang mampu berkembang di daerah laut maka dilakukan Penelitian di Pantai Karang Malang Binuangeun Banten yang bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dari jenis rumput laut atau alga yang mampu berkembang di daerah tersebut, yakni dengan menggunakan metode transek kuadrat meliputi 3 lokasi yaitu: Stasiun I dengn memiliki daerah berpasir, Stasiun II yang memilki daerah batu karang, dan Stasiun III kondisi daerah berpasir dan berkarang, Pengambilan contoh alga pada setiap lokasi dilakukan satu kali pengamatan menggunakan metoda transek kuadrat. Tali transek ditarik tegak lurus dari posisi titik surut terendah ke arah tubir karang, pada statuin I 100 meter, stasiun II 77 meter dan statusin III  66 meter dari bibir pantai.Di dapatkan hasil bahwa  banyaknya  alga dari 3 stasiun didapatkan 15 jenis dari 3 kelompok divisi (Chlorophyta, Pheyophyta, Rhodophyta). Spesies yang keberadaan nya paling melimpah adalah Sargassum longipolium terutama pada stasiun II mempunyai kondisi pantai yang terumbu karang sedikit berpasir hampir di setiap transek. Keanekaragaman Alga di perairan ini bermanfaat untuk keseimbangan ekosistem dan Manusia.
Kata kunci : Keanekaragaman, Alga, Karang Malang Binuangeun 

Abstract
Algae is a plant the sea in grouped in 2 a large group macro algae and micro algae, micro algae ( a small ) cannot be viewed as naked eyes but may only be seen by using the tools that is a microscope, In contrast algae macro scale or algae of large can be seen direct ( naked eyes ). With different types algae that are capable of developing in the region of the then done research in the coral beach poor Binuangeun Banten aimed at to know diversity of a kind of seaweed or algae that are capable of developing in the area, namely by using the method transek square covering 3 locations they are : First station with having sandy areas , station II who have regional the rock , and train stations III regional conditions sandy and the craggy , algae adoption of an example in the area where the held once observation using methods transek squared .A rope transek drawn perpendicular from a position point recede lowest toward tubir coral , in station  I 100 meters , station II 77 meters and station III 66 meters from the beach .In get me the results on that many algae from 3 station or 15 types of of three groups of a division ( chlorophyta , pheyophyta , rhodophyta ) .Species of which the existence of his most abundant is sargassum longipolium especially on station ii have the condition of beaches and coral reefs a little sandy in virtually every transek .Diversity algae these waters beneficial to ecosystem stability and men .

Keywords: diversity,algae,Karang Malang Binuangeun coast.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment