Thursday, February 5, 2015

MAKALAH KEANEKARAGAMAN HEWAN DAN TUMBUHAN DENGAN PENGKLASIFIKASIAN BINOMINAL NOMENKLATUR  

MAKALAH KEANEKARAGAMAN HEWAN DAN TUMBUHAN DENGAN PENGKLASIFIKASIAN BINOMINAL NOMENKLATUR


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Biologi Umum
Dosen: Sistiana Windyariani, M.pd




Di Susun Oleh :
Senja Truwita Dewi
Keukeu Mutmainah
Ismi Ghina Suryawirawati
Ima Mutia Rahima





Jurusan: Pendidikan Biologi
Fakultas : FKIP (Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan)
Universitas Muhammadiyah Sukabumi


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..........................................................

DAFTAR ISI .........................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN......................................................

1.1  Latar Belakang ......................................................................

1.2  Rumusan Masalah .................................................................

1.3  Tujuan .................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ......................................................

2.1            Keanekaragaman tumbuhan dan hewan di Indonesia...........

2.2            Keanekaragaman Hewan Di Indonesia...............................

2.3            Kasifikasi dan Binomial Nomenclature................................

2.4            Pengklasifikasian Makhluk Hidup.....................................

2.5            Manfaat keanekaragaman, pengklasifikasian dan mempelajari keanekaragaman tumbuhan dan hewan.............................

2.6            Penyebab Hilangnya Keanekaragaman...............................

2.7            Cara Melestarikan Keanekaragaman..................................

BAB III PENUTUP...............................................................

3.1  Kesimpulan..........................................................................
3.2  Saran...................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................







KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahirobilalamin,
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan inayahnya kelompok kami dapat menyusun makalah ini, salawat serta salam tidak lupa kita tujukan kepada baginda tercinta Rasulullah SAW. Semoga tercurah limpahkan kembali kepada kita semua, amin.
Makalah yang dapat kami susun dengan judul “KEANEKARAGAMAN HEWAN DAN TUMBUHAN DENGAN PENGKLASIFIKASIAN BINOMINAL NOMENKLATUR”. Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini terutama kepada: Ima Mutiara, Kekeu Mutmainah, Senja Truwita, Ismi Ghina Suryawirawati, yang telah memberikan dukungan dan telah memberikan pengetahuannya dalam pembuatan makalah ini. Meskipun  isi dari makalah ini masih banyak kekurangannya, namun semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Oleh karena itu kami mengaharapkan kritik dan sarannya untuk membangun makalah yang lebih baik lagi dari sebelumnya.



Sukabumi, 02 Desember 2014


                                                                                                                           Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Hewan termasuk kingdom Animalia, merupakan kelompok besar organisme yang multiselular, ,mampu menanggapi rangsangan dengan aktif dan memperoleh nutrient dengan memakan organisme lain (heterotrof).Keanekaragaman pada hewan merupakan variasi dari struktur, bentuk, jumlah, dan sifat lainnya. Hewan dibagi menjadi dua bagian: Invertebrata Adalah hewan yang tidak bertulang belakang. Hewan ini memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulang belakang. Contoh hewan invertebrate adalah: Protozoa adalah hewan bersel satu karena hanya memeiliki satu sel saja alias bersel tunggal dengan ukuran yang mikroskopis hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Protozoa hidup di air atau dalam tubuh makhluk hidup atau organisme lainnya sebagai parasite. Hidupnya dapa tsendiri atau soliter atau beramai-ramai atau koloni. Protozoa bekembang biak secara reproduksi anseksual atau vegetative dengan cara membelah diri dan dengan cara seksual atau generative konjugasi. Kedua vertebrata  yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh yang lebih jauh sempurna dibandingkan dengan hewan invertebrate. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Hewan vertebrata memiliki system kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pemuluh-pembuluh menjadi salurannya. Hewan vertebrata mempunyai tulang yang terentang dari belakang kepala sampai bagian ekor, mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak, tubuh berbentuk simetris bilateral, mempunya kepala, leher, badan, dan ekor. Contoh: pada katak.
Di dunia ini terdapat juga keanekaragaman hayati, bermacam-macam tumbuhan dengan warna, bentuk, dan ukuran yang berbeda-beda.Banyaknya spesies yang ada dikarenakan adanya perbedaan dan persamaan ciri pada tumbuhan. Tumbuhan dimasukkan kedalam kingdom plantae memiliki  zat hijau daun atau klorofil dapat membuat makanannya sendiri (autotrof), memiliki dinding sel, dan memiliki vakuola sel yang besar. Tumbuhan dibagi menjadi dua yaitu tumbuhan tingkat tinggi dan tumbuhan tingkat rendah. Tumbuhan tingkat tinggi diklasifikasikan menjadi divisi hepatophyta (lumut hati), divisi anthocerophyta ( lumut tanduk), divisi bryophyte ( lumut daun). Tumbuhan berbiji (spermatophyte) dan tumbuhan biji tertutup ( angiospermae)
Tujuan pengklasifikasian atau tata pemberian nama pada makhluk hidup berdasarkan ciri, cara hidup, tempat hidup, daerah penyebaran, morfologi, fisiologi, dan anatominya. Cabang biologi yang khusus mempelajari klasifikasi yang disebut taksonomi . Yang terbentuk dari hasil klasifikasi makhluk hidup disebut (takson=kelompok), terdiri atas kingdom (kerajaaan), filum atau divisio (filum untuk hewan dan division untuk tumbuhan), classis (kelas), ordo (bangsa), familia (suku), genus (marga) dan spesies (jenis).


1.2 Rumusan Masalah
·         Bagaimana keanekaragaman tumbuhan di Indonesia?
·         Bagaimana keanekaragaman hewan di Indonesia?
·         Apa itu klasifikasi biologi dan binomial nomenclature?
·         Bagaimana pengklasifikasian pada makhluk hidup?
·         Apa manfaat keanekaragaman, pengklasifikasian, dan mempelajari keanekaragaman hewan dan tumbuhan?
·         Apa penyebab hilangnya keanekaragaman?
·         Bagaimana cara melestarikan keanekaragaman tersebut?

1.3 Tujuan
·         Mengetahui berbagai variasi keanekaragaman tumbuhan dan hewan..
·         Mempelajari bagaimana cara pengklasifikasian atau pemberian nama pada makhluk hidup.
·         Mengetahui manfaat keanekaragaman dan pengklasifikasian.
·         Mengetahui cara melestarikan keanekaragaman hewan dan tumbuhan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Keanekaragaman tumbuhan dan hewan di Indonesia.
Keanekaragaman hayati adalah suatu istilah yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan berdasarkan organisasi biologinya, yaitu mencakup keragaman gen, spesies, dan ekosistem. Keanekaragaman hayati dikenal juga dengan nama biodiversitas.
Keanekargaman tumbuhan merupakan ungkapan terdapatnya keanekaragaman bentuk,  penampilan, dan sifat yang tampak pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan seperti ekosistem, jenis dan genetik pada tumbuhan.
Keanekaragaman tumbuhan umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor  pendorong, seperti :
Genetik
Mutasi
Adaptasi
Adapun beberapa kompetisi sumber variasi keanekaragaman, yaitu :
Variasi Perkembangan
Variasi yang disebabkan Lingkungan
Variasi perkembangan ditentukan secara genetis. Contohnya pada tanaman cocor bebek (Kalanchoe pinnata) terdapat daun tunggal dan majemuk menyirip beranak daun tiga pada satu individu tanaman yang sering disebut heteromorfisme. Disebut heteromorfisme karena struktur baru tidak serupa dengan struktur yang digantikan. Sedangkan variasi yang disebabkan oleh lingkungan sangat beragam. Banyak diantaranya menghasilkan berbagai jenis yang menyimpang dalam pertumbuhannya. Perubahan ini disebabkan karena sinar, air, makanan, suhu, dan tanah. Contohnya tumbuhan kaktus. Daun tanaman ini berbentuk seperi duri atau jarum dan tebal karena tumbuh di daerah yang sinarnya berlebih yaitu di padang pasir atau gurun. Agar tidak terjadi transpirasi berlebihan maka bentuk daun tidak melebar seperti pada umumnya.

Adapun macam-macam keanekaragaman tumbuhan berdasarkan organisasi kehidupan, yaitu :
Keanekaragaman Ekosistem
Keanekaragaman ekosistem didasarkan pada adanya variasi komponen-komponen penyusun ekosistem. Sebagaimana diketahui bahwa ekosistem merupakan satu kesatuan utuh antara makhluk hidup dengan lingkungannya, baik lingkungan biotikmaupun lingkungan abiotik dan komponen-komponen tersebut saling berinteraksi di dalamnya
 Keanekaragaman Komunitas
Keanekaragaman komunitas dibagi berdasarkan adanya perbedaan mintakat, modus hidup, rantai energy, rantai makan, interaksi, dan tingkatan takson. Beberapa contoh keberagaman komunitas berdasarkan perbedaan mintakat antara lain adalah keberagaman komunitas di dalam ekosistem danau terdiri dari komunitas tumbuhan ataupun hewan litoral, komunitas organisme bentik, dan komunitas ikan.
Keanekaragaman Jenis ( Populasi )
Keanekaragaman jenis mengacu pada banyaknya spesies yang terdapat di dalam marga. Faktor yang berpengaruh terhadap keanekaragaman jenis adalah pembatas kehidupan berupa tekanan dan gangguan yang dapat berupa faktor fisik, kimiawi, kompetisi antar individu dalam spesies atau antar individu dalam spesies yang berbeda.

2.2. Keanekaragaman Hewan Di Indonesia
Jenis-jenis hewan yang ada di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 220.000 jenis. Terdiri atas ± 200.000 serangga (± 17% fauna serangga di dunia), 4.000 jenis ikan, 2.000 jenis burung, serta 1.000 jenis reptilia dan amphibia.
Pembagian fauna menjadi dua kelompok didasarkan pada adanya Paparan Sunda dan Paparan Sahul. Paparan Sunda sangat kaya akan berbagai jenis mamalia dan burung, diperkirakan di kawasan ini terdapat ratusan jenis burung dan 70% di antaranya merupakan penghuni hutan primer darat.  Keanekaragaman ini jauh lebih tinggi dari pada di Afrika.
Indonesia terbagi menjadi dua zoogeografi yang dibatasi oleh garis Wallace. Garis Wallace membelah Selat Makassar menuju hingga ke Selat Lombok. Garis Wallace memisahkan wilayah Oriental (termasuk Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan) dengan wilayah Australia (Sulawesi, Irian, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan NusaTenggara Timur). Akan tetapi, menurut Weber, hewan-hewan yang ada di Sulawesi tidak semuanya tergolong kelompok hewan Australia karena ada juga yang memiliki sifat-sifat Oriental sehingga Weber berkesimpulan bahwa hewan-hewan Sulawesi merupakan hewan peralihan. Weber kemudian membuat garis pembatas yang berada di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara menuju Kepulauan Aru yang kemudian dikenal dengan nama garis Weber.
Fauna daerah Oriental yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan serta pulau-pulau di sekitarnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
ü  Banyak spesies mamalia berukuran besar, terdapat pula mamalia berkantung.
ü  Terdapat berbagai macam kera.
ü  Burung-burung yang dapat berkicau.
Fauna daerah Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, dan NusaTenggara relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri yang dimilikinya
ü  Banyak hewan berkantung.
ü  Tidak terdapat spesies kera.
ü  Jenis burung berwarna indah dan beragam


2.3     Kasifikasi dan Binomial Nomenclature
Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup dalam satu kelompok (takson) melalui pencarian keseragaman atau persamaan dalam keanekaragaman. Makhluk hidup yang diklasifikasikan dalam satu kelompok tertentu memiliki persamaan-persamaan sifat dan/atau ciri-ciri. Demikian pula sebaliknya, makhluk hidup dalam kelompok yang berbeda akan memiliki perbedaan-perbedaan sifat dan/atau ciri-ciri.

Taksonomi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘tassein’ yang berarti unruk mengklasifikasi dan ‘nomos’ yang berarti aturan. Taksonomi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari klasifikasi. Ilmu ini mencakup pengelompokan dan pemberian nama makhluk hidup.

Binomial nomenclature adalah sistem tata ama spesies atau jenis, yaitu dengan cara menggunakan dua kata. Sistem tata nama ini pertama kali diterapkan oleh seorang ahli biologi dari Swedia, Carolus Linnaeus. Hal ini disebabkan oleh nama yang diberikan kepada suatu individu makhluk hidup sering berbeda meskipun individu yang dimaksud sama. Setiap daerah memberi nama yang berbeda untuk setiap individu yang sama. Misalnya buah mangga, ada yang menyebutnya pelem, ada pula yang memberinya nama pauh tergantung dari bahasa masing-masing daerah. Nama yang bermacam-macam ini jelas membingungkan dalam dunia ilmu pengetahuan.

Sistem binomial nomenklatur ini merupakan sistem pemberian nama makhluk hidup yang sah berdasar kode internasional dengan menggunakan sistem tata nama dua kata. Adapun tata cara penulisan Binomial Nomenklatur adalah:
Penamaan menggunakan bahasa Latin atau yang dilatinkan
Kata pertama menunjukkan genus atau kedua menunjukkan spesies. Contoh: Zea mays (jagung), Zea      = genus, mays = spesies
Kata pertama dimulai dengan huruf kapital dan kata kedua ditulis dengan huruf kecil
Nama spesies ditulis dengan huruf yang berbeda dengan huruf yang ada disekitarnya, misal dengan digarisbawahi secara terpisah atau dicetak miring. Contoh: Oryza sativa atau Oryza sativa (padi).
Jika kata penunjuk spesies terdiri atas dua kata atau lebih, digunakan tanda hubung. Contoh: Hibiscus      rosa-sinensis (kembang sepatu)
Nama spesies dapat diakhiri dengan notasi author (orang yang memberi nama Latin spesies tersebut). Contoh: Oryza sativa L. (L. adalah singkatan dari Linnaeus)
Nama famili diambil dari nama genus organisme yang bersangkutan ditambah akhiran -aceae (untuk tumbuhan) dan -idae (untuk hewan). Contoh:
Solanum + -aceae = Solanaceae
Canis + -idae = Canidae


2.4     Pengklasifikasian Makhluk Hidup

            Seperti yang sudah ditulis di atas, klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup dalam satu kelompok (takson) melalui pencarian keseragaman atau persamaan dalam keanekaragaman.

Beberapa ahli yang pernah melakukan klasifikasi makhluk hidup antara lain :

Ø  Aristoteles (384-322 SM)

Ø  Theophrastus (371-287 SM)

Ø  John Ray (1627-1705 M)

Ø  Carolus Linnaeus (1707-1778 M)

Ø  Ernst Haeckel (1834-1919 M)

Ø  Edouard Chatton (1883-1937 M)

Ø  R.H Whittaker (1920-1980 M)

Ø  Carl Woese (1928-2012 M)



Beberapa dasar klasifikasi yang digunakan dalam melakukan klasifikasi antara lain:



v  Berdasarkan ciri-ciri fisik

v  Morfologi

v  Cara bereproduksi

v  Manfaat

v  Ciri-ciri Kromosom

v  Kandungan gen dalam kromosom

v  Kandungan zat biokimia

Berdasarkan dasar-dasar klasifikasi di atas, sistem klasifikasi mahluk hidup dapat dibedakan menjadi empat sistem, yaitu :

1.      Sistem alamiah

2.      Sistem artifisial

3.      Sistem filogenetik

4.      Sistem modern

Adapun tujuan dari pengklasifikasin itu sendiri ialah :

a)      Menyederhanakan objek studi agar mudra dipelajari

b)      Mendeskripsikan ciri-ciri mahluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenisnya

c)      Mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan persamaan cirinya

d)     Mengetahui hubugan kekerabatan atar makhluk hidup



Langkah-langkah pengklasifikasani makhluk hidup adalah sebagai berikut:
1.       Mengidentifikasi objek berdasar ciri-ciri struktur tubuh makhluk hidup, misalnya, hewan atau tumbuhan yang sama jenis atau spesiesnya
2.      Setelah kelompok spesies terbentuk, dapat dibentuk kelompok-kelompok lain dari urutan tingkatan klasifikasi sebagai berikut :
-          Dua atau lebih spesies dengan ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson genus. Genus memiliki kesamaan ciri, yaitu pada struktur alat reproduksinya yang sama.
-          Beberapa genus yang memiliki ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson famili.
-          Beberapa famili dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson ordo.
-          Beberapa ordo dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson kelas.
-          Beberapa kelas dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson filum (untuk hewan) atau divisio (untuk tumbuhan).
Dengan cara tersebut terbentuk urutan hierarki atau tingkatan klasifikasi makhluk hidup. Urutan klasifikasi dari tingkatan yang terbesar hingga terkecil adalah sebagai berikut:
Kingdom (kerajaan);
Divisio atau filum;
Kelas;
Ordo (bangsa);
Famili (suku);
Genus (marga);
Spesies (jenis).
Mengingat keperluannya, kadang-kadang di antara dua tingkatan terdapat sub-sub, seperti subkingdom, subfilum, subordo, dan subspesies. Demikian pula di bawah kelompok spesies masih ditempatkan kelompok varietas dan di bawah varietas terdapat strain.


2.5     Manfaat keanekaragaman, pengklasifikasian dan mempelajari keanekaragaman tumbuhan dan hewan

Manfaat keanekaragaman hayati, yaitu :
Penghasil SDA Hayati
Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, rekreasi dan wisata
Manfaat dari aspek sosial dan budaya masyarakat
Manfaat pengkasifikasian dan mempelajari keanekaragaman tumbuhan dan hewan, yaitu :
ü  Memudahkan dalam mempelajari organisme yang beranekaragam.
ü  Mengetahui persamaan dan perbedaan antara makhluk hidup
ü  Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
ü  Memudahkan dalam mengenal makhluk hidup.
2.6     Penyebab Hilangnya Keanekaragaman
1.      Hilangnya habitat adalah menyusutnya materi pada tempat yang sesuai (cocok) untuk hidup.
2.      Degradasi habitat adalah kerusakan habitat karena polusi, misalnya hujan asam, efekrumah kaca.
3.      Eksploitasi secara berlebihan.
4.      Industrialisasi Kehutanan dan perikanan.
5.      Perubahan Iklim Global.

2.7     Cara Melestarikan Keanekaragaman
          Melalui Konservasi :
Cagar alam yaitu kawasan suaka alam yang memiliki tumbuhan, hewan, ekosistem yang khas sehingga perlu dilindungi. Contoh cagar alam : Cagar Alam Hutan Pinus janthoi di Aceh, Cagar Alam Lembah Anai di Sumbar
Suaka margasatwa yaitu kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa (hewan) yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.
Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi. Taman ini biasanya dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi daya, pariwisata, dan rekreasi alam.




BAB III

PENUTUP



3.1    Kesimpulan

·        Keanekaragaman hayati adalah suatu istilah yang mencakup semua bentuk kehidupan.

·        Keanekargaman tumbuhan merupakan ungkapan terdapatnya keanekaragaman bentuk,  penampilan, dan sifat yang tampak pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan

Keanekaragaman tumbuhan umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor  pendorong, seperti :
-          Genetik
-          Mutasi
-          Adaptasi
·        macam-macam keanekaragaman tumbuhan berdasarkan organisasi kehidupan, yaitu :

1.      Keanekaragaman ekosistem didasarkan pada adanya variasi komponen-komponen penyusun ekosistem.
2.      Keanekaragaman komunitas dibagi berdasarkan adanya perbedaan mintakat, modus hidup, rantai energy, rantai makan, interaksi, dan tingkatan takson.
3.      Keanekaragaman jenis mengacu pada banyaknya spesies yang terdapat di dalam marga.
·        Keanekaragaman Hewan Di Indonesia
Fauna daerah Oriental yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan serta pulau-pulau di sekitarnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
§  Banyak spesies mamalia berukuran besar, terdapat pula mamalia berkantung.
§  Terdapat berbagai macam kera.
§  Burung-burung yang dapat berkicau.
·         Fauna daerah Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, dan NusaTenggara relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri yang dimilikinya
§  Banyak hewan berkantung.
§  Tidak terdapat spesies kera.
§  Jenis burung berwarna indah dan beragam

·        Kasifikasi dan Binomial Nomenclature
Binomial nomenclature adalah sistem tata ama spesies atau jenis, yaitu dengan cara menggunakan dua kata.
Sistem binomial nomenklatur ini merupakan sistem pemberian nama makhluk hidup yang sah berdasar kode internasional dengan menggunakan sistem tata nama dua kata.

·         Pengklasifikasian Makhluk Hidup
klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup dalam satu kelompok (takson) melalui pencarian keseragaman atau persamaan dalam keanekaragaman.

tujuan dari pengklasifikasin itu sendiri ialah :

a)      Menyederhanakan objek studi agar mudra dipelajari

b)      Mendeskripsikan ciri-ciri mahluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenisnya

c)      Mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan persamaan cirinya

d)     Mengetahui hubugan kekerabatan atar makhluk hidup

Langkah-langkah klasifikasi:
Mengidentifikasi objek berdasar ciri-ciri struktur tubuh makhluk hidup, misalnya, hewan atau tumbuhan yang sama jenis atau spesiesnya
Setelah kelompok spesies terbentuk,



·        Manfaat keanekaragaman, pengklasifikasian dan mempelajari keanekaragaman tumbuhan dan hewan

Manfaat keanekaragaman hayati, yaitu :
-          Penghasil SDA Hayati
-          Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, rekreasi dan wisata
-          Manfaat dari aspek sosial dan budaya masyarakat

3.2   Saran
Saran dari kami yaitu perlunya meningkatkan kepedulian akan lingkungan hidup. Meningkatkan pemeliharaan terhadap suaka marga satwa dan cagar alam. Menindak lanjuti prilaku yang merusak atau menjadi penyebab hilangnya keanekaragaman hayati.

Semoga makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi para pembaca, terutama kepada dosen pembimbing kami harap dapat memberikan sarannya untuk perbaikan makalah ini lebih baik.

Daftar Pustaka

Darkuni, M. Noviar. 2001. Mikrobiologi. Malang: Universitas Negeri Malang.
Kusnadi, dkk. 2003. Mikrobiologi. Malang: JICA.
Pelczar, M.J. dan E.C.S. Chan. 1988. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI Press.
http://biologimediacentre.com/keanekaragaman-hayati-biodiversitas/
Saskia, Sinta. 2013. Super Lengkap Biologi. Jakarta : Erlangga
Syamsuri, Istamar. 2004. Sains Biologi SMP. Jakarta : Erlangga
Kimball, J.W. 2004. Biologi. Jakarta : Erlangga
Reactions:

0 comments:

Post a Comment